Perbanas Institute Dorong Transformasi Perbankan Digital di Indonesia
- 30 Apr 2026 16:49 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Perbanas Institute mendorong transformasi perbankan digital di Indonesia melalui penguatan kolaborasi antara dunia akademik dan industri keuangan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan CEO Lecture 2026: Banking Outlook & Transformation yang digelar di Jakarta, Kamis, 30 April 2026.
Mengusung tema “Transformasi Perbankan di Era Digital: AI dan Pertumbuhan Berkelanjutan,” kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi strategis untuk membahas arah perkembangan industri perbankan yang semakin dipengaruhi teknologi digital. Acara tersebut diselenggarakan secara hybrid dan diikuti lebih dari 300 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, praktisi perbankan, hingga masyarakat umum.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-57 Perbanas Institute sekaligus masuk dalam program Vision Forum 360 Perbanas Solution. Inisiatif tersebut dirancang sebagai wadah untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata industri keuangan yang terus berkembang.
Rektor Perbanas Institute Hermanto Siregar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Hendra Lembong yang hadir sebagai pembicara utama. Ia menilai kehadiran praktisi industri sangat penting untuk memberikan perspektif nyata kepada mahasiswa.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Hendra Lembong berbagi wawasan dan pengalaman nyata kepada mahasiswa serta peserta. BCA merupakan contoh sukses transformasi digital perbankan di Indonesia,” ujar Hermanto.
Lebih lanjut, Hermanto menekankan bahwa transformasi digital di sektor perbankan tidak semata-mata soal adopsi teknologi. Ia menilai aspek kepemimpinan, orientasi pada kebutuhan nasabah, inovasi berkelanjutan, serta penguatan sumber daya manusia menjadi faktor kunci dalam menghadapi perubahan.
“Transformasi digital membutuhkan kesiapan organisasi, kompetensi, dan integritas. Itu yang kami tanamkan kepada mahasiswa agar siap menghadapi dinamika industri,” ujarnya.
Sebagai narasumber utama, Presiden Direktur PT BCA Hendra Lembong memaparkan bahwa industri perbankan saat ini bergerak sangat cepat seiring perkembangan teknologi dan perubahan perilaku nasabah. Menurutnya, kesiapan organisasi menjadi fondasi utama dalam proses transformasi.
“Teknologi bukan hal pertama yang perlu diubah. Yang utama adalah transformasi organisasi. Ketika organisasi siap, teknologi akan mengikuti,” katanya.
Ia juga mengungkap strategi Bank Central Asia dalam memperkuat transformasi digital, antara lain melalui pengembangan entitas digital seperti BCA Digital sebagai ruang inovasi, pengembangan aplikasi secara mandiri hingga sekitar 90 persen, serta pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk berbagai kebutuhan seperti keamanan siber, penilaian kredit, deteksi fraud, dan manajemen kampanye. Selain itu, Hendra menyoroti pentingnya pengalaman pengguna (user experience) dan inklusi digital agar layanan perbankan dapat diakses secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa hambatan usia maupun latar belakang.
Melalui kegiatan CEO Lecture 2026 ini, Perbanas Institute tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa terkait arah transformasi industri perbankan, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan pelaku industri. Kolaborasi tersebut mencakup program magang, rekrutmen, hingga pengembangan kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....