Lima Langkah Bangun Fondasi Finansial Bagi Keluarga Baru

  • 20 Nov 2025 18:15 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta : Banyak pasangan baru menghabiskan waktu untuk merencanakan resepsi, bulan madu, hingga membeli rumah pertama. Namun, satu aspek penting justru sering luput dari perhatian yaitu literasi finansial.

Padahal, sebagian besar impian keluarga mulai dari hunian, kendaraan, hingga modal usaha, umumnya membutuhkan modal besar yang mana jika ada keterbatasan, pasangan muda akan membutuhkan akses pembiayaan dari lembaga keuangan.

Berdasarkan Buku Saku Cerdas Mengelola Keuangan yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), skala prioritas kebutuhan dan keinginan dalam pasangan dapat dibedakan antara lain menetapkan kebutuhan utama keluarga melalui kesepakatan bersama, merencanakan pembiayaan untuk mimpi-mimpi besar, memilih fasilitas pembiayaan yang tepat.

Meski begitu, semua perencanaan ini tidak akan optimal jika pemahaman dasar mengenai literasi kredit masih rendah. Dalam konteks perencanaan jangka panjang ini, salah satu isu yang paling sering luput dari perhatian pasangan muda adalah literasi kredit.

Masih banyak pasangan muda yang belum memahami peran skor kredit serta cara membangunnya sejak dini, padahal sebagian besar pencapaian mimpi keluarga bergantung pada akses pembiayaan. Kurangnya pemahaman ini kerap menyebabkan keputusan finansial yang kurang terukur, seperti pengelolaan utang yang tidak optimal sehingga menghambat pencapaian rencana jangka panjang.

Mendukung edukasi yang disampaikan dalam Buku Saku Cerdas Mengelola Keuangan oleh OJK, SkorKu merangkum 5 langkah sederhana namun berdampak besar bagi pasangan muda untuk membangun fondasi finansial yang lebih kuat.

“Pertama, mulailah membangun skor kredit individu sejak dini. Selanjutnya gunakan akun keuangan atas nama masing-masing dan jaga komunikasi terbuka dengan pasangan dan ketiga adalah tata kewajiban bersama secara proporsional, dan hindari menumpuk pinjaman pada satu pihak saja untuk menjaga kesehatan finansial keluarga,” ujar Nora Asteria, Head of Consumer Business CBI dalamketerangan resminya, Kamis (20/11/2025).

Untuk langkag keempat yakni penuhi setiap kewajiban pembayaran tepat waktu, sekecil apa pun nominalnya dan yang kelima adalah pantau skor kredit secara berkala melalui SkorKu untuk memastikan transparansi, mencegah risiko, dan menjaga ketenangan finansial jangka panjang.

Nora menyampaikan, perencanaan keluarga yang matang bukan hanya soal berapa anak yang ingin dimiliki, tetapi juga bagaimana setiap pasangan membangun kepercayaan finansial bersama. Di masa dewasa ini, lembaga pemberi pinjaman tidak hanya menilai skor kredit kita sendiri untuk menilai profil risiko kita, namun skor kredit pasangan juga dinilai apabila kita sudah menikah.

Menurutnya, memahami dan menjaga skor kredit adalah bagian penting dari membangun stabilitas dan reputasi keuangan keluarga sedini mungkin, karena skor kredit terbentuk dari salah satu riwayat pengelolaan keuangan, yaitu pengelolaan utang yang dituangkan ke dalam laporan kredit.

“Dengan memahami laporan kredit diri dan pasangan, kita jadi tahu karakter pengelolaan utang. Bahkan, jika bisa, Sebelum ‘Yes, I Do’, SkorKu Dulu karena kita bisa saling terbuka dengan gaya hidup dalam pengelolaan utang kita sendiri dengan calon pasangan kita seperti apa. Apakah pribadi yang suka hutang konsumtif, apakah konsisten dan bertanggung jawab dengan finansial masing-masing. Dengan keterbukaan diri ini saat menjalin hubungan, laporan kredit bisa menjadi salah satu poin penilaian karakter pasangan,” katanya.

Nora juga mengingatkan pengguna untuk tidak meminjamkan akun atau identitas finansial kepada siapapun termasuk pasangan atau anggota keluarga. Banyak kasus terjadi ketika salah satu pasangan yang bersifat konsumtif atau terlibat dalam aktivitas berisiko, (seperti online gambling) menyalahgunakan identitas atau akun pasangannya untuk mengajukan pinjaman, yang pada akhirnya berdampak negatif terhadap reputasi kredit diri kita pribadi.

“Bahkan ketika kita meminjam dari teman atau keluarga, reputasi tetap menjadi pertimbangan utama. Orang akan berpikir dua kali jika tahu kita sering menunda pembayaran. Prinsip yang sama berlaku di lembaga keuangan, dengan data yang tercatat secara sistematis melalui laporan kredit,” ucap Nora.

Melalui fitur cek skor kredit, riwayat pembayaran, dan pengaduan data kredit, akan membantu pengguna memahami posisi finansial mereka sekaligus melindungi dari risiko penyalahgunaan data. Akses yang mudah dipahami untuk pengguna, sehingga bisa hadir sebagai teman terpercaya bagi keluarga muda yang ingin menata masa depan dengan lebih tenang dan terencana.

Perencanaan keluarga bukan hanya soal menyiapkan kebutuhan hari ini, tapi juga membangun warisan finansial masa depan. Melalui SkorKu, keluarga dapat memiliki pemahaman yang lebih bijak tentang kredit serta membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat untuk mewujudkan gaya hidup yang lebih aman bersama.

“Membangun keluarga berarti juga membangun fondasi finansial yang kuat. Kami ingin membantu masyarakat memahami bahwa skor kredit bukan sekadar angka, tapi cerminan tanggung jawab dan kesiapan dalam menghadapi masa depan. Langkah kecil hari ini bisa menjadi investasi besar bagi ketenangan keluarga di masa depan. Pastinya orang tua tidak berharap akan membebani anak dengan manajemen keuangan yang kurang baik,” ujar Nora.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....