BI Optimis Ekonomi Jakarta Tumbuh Jelang Akhir Tahun

  • 06 Nov 2025 22:59 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan optimis ekonomi Jakarta berpotensi tumbuh lebih tinggi menjelang akhir tahun 2025, setelah pada triwulan III 2025 tumbuh sebesar 4,96% (yoy). Namun, laju pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan III 2025, sesuai dengan pola tahunan cenderung melambat.

“Hal ini dipengaruhi oleh pola konsumsi masyarakat yang lebih rendah, sejalan dengan berakhirnya HBKN dan normalisasi mobilitas masyarakat pascalibur anak sekolah, serta minimnya hari libur nasional di triwulan III 2025,” kata Iwan Setiawan, pada kegiatan Bincang Bareng Media (BBM), di Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Iwan menyebut, kerusuhan yang terjadi pada triwulan III 2025 menyebabkan melambatnya konsumsi masyarakat serta penundaan investasi maupun ekspansi usaha oleh pelaku usaha. Hal tersebut tercermin dari komponen Konsumsi Rumah Tangga tumbuh sebesar 5,01% (yoy), melambat dari triwulan sebelumnya sebesar 5,18% (yoy).

Sementara investasi juga tumbuh 3,67% (yoy), lebih rendah dari triwulan sebelumnya sebesar 5,50% (yoy). Namun demikian, dengan berbagai langkah dan upaya cepat dari Pemerintah DKI Jakarta dan sinergi berbagai pihak antara lain melalui perbaikan fasilitas umum, penggratisan transportasi Transjakarta, penebalan bantuan sosial melalui tambahan bantuan kartu sembako serta mendorong penyelenggaraan event besar, telah mampu menahan perlambatan ekonomi lebih lanjut.

Seiring dengan hal tersebut, konsumsi pemerintah menjadi penopang utama pertumbuhan dengan laju pertumbuhan 20,06% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya (5,16%; yoy). Hal ini dipengaruhi oleh dibukanya blokir anggaran oleh Pemerintah Pusat terkait kebijakan efisiensi, sehingga realisasi belanja barang, subsidi dan bantuan sosial (bansos) mencatat akselerasi.

Dari sisi Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan ekonomi Jakarta terutama ditopang oleh sektor jasa antara lain LU Informasi dan Komunikasi, LU Perdagangan, serta LU Jasa Perusahaan. Hal ini dipengaruhi oleh peningkatanpenggunaan paket data dan layanan internet, peningkatan aktivitas agen perjalanan termasuk Umroh, serta pelaksanaan berbagai eventdan MICE di Jakarta.

Dengan melihat perkembangan aktivitas ekonomi sampai dengan 5 (lima) minggu pertama triwulan IV 2025, optimisme kebangkitan ekonomi Jakarta pada triwulan IV 2025 semakin menguat. Hal ini ditopang oleh maraknya pelaksanaan MICE event di Jakarta (konser musik dan olahraga), realisasi berbagai program dan stimuluspemerintah dalam rangka akselerasi belanja, serta masih berlanjutnya pelaksanaan berbagai proyek infrastruktur.

Lebih lanjut Iwan menjelaskan, adapun konsumsi rumah tangga pada triwulan IV 2025 juga diperkirakan semakin menguat seiring momentum Nataru dan prospek ekonomi yang semakin baik, yang terindikasi dari optimisme pada indeks keyakinan konsumen (IKK), indeks ekspektasi konsumen (IEK), indeks kondisi ekonomi saat ini (IKE), indeks penjualan eceran termasuk indeks perkembangan kegiatan dunia usaha.

“Bank Indonesia Jakarta memperkirakan ekonomi Jakarta pada akhir tahun 2025 tumbuh pada kisaran 4,6% - 5,4% (yoy),” katanya.

Seiring dengan hal tersebut, sinergi antara Pemerintah DKI Jakarta, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan yang tergabung dalam TPID DKI Jakarta akan terus diperkuat melalui strategi 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif). Dengan berbagai upaya tersebut, inflasi Jakarta pada akhir 2025 dapat tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1% (yoy).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....