Venteny Catat Pendapatan Rp105,8 Miliar, Ini Strateginya

  • 09 Sep 2026 10:29 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) mencatat pendapatan bersih Rp105,8 miliar pada Semester I 2026, meningkat 1,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian pendapatan Venteny tersebut disampaikan dalam Public Expose Live 2026 dalam rangka 49 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia yang digelar atas undangan PT Bursa Efek Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Venteny memaparkan perkembangan kinerja keuangan, lini bisnis, serta strategi perusahaan menghadapi paruh kedua 2026. Perusahaan menyatakan akan tetap mendorong pertumbuhan dengan mengoptimalkan sinergi antara layanan keuangan bisnis dan layanan digital bagi perusahaan serta karyawan.

Lini layanan keuangan bisnis menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp60,9 miliar atau 57,5 persen dari total pendapatan pada Semester I 2026. Pendapatan dari lini tersebut tumbuh 8,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didukung peningkatan kebutuhan pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah serta korporasi.

Venteny juga mencatat pendapatan Rp44,9 miliar dari layanan Employee Super App yang menyasar perusahaan dan karyawan. Kontribusi tersebut mencapai 42,5 persen dari total pendapatan dan menunjukkan meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap layanan digital yang mengintegrasikan pembiayaan, produktivitas, kesejahteraan finansial, serta keterlibatan karyawan.

Group Chief Financial Officer Venteny, Kaleb Solaiman, mengatakan capaian Semester I 2026 tidak hanya diukur dari pertumbuhan pendapatan, tetapi juga dari upaya perusahaan memperkuat fundamental bisnis. Menurut dia, layanan keuangan bisnis dan Employee Super App memiliki karakter berbeda, tetapi dapat saling melengkapi dalam membangun ekosistem Venteny.

“Kami melihat Semester I 2026 bukan hanya dari pencapaian revenue, tetapi juga dari bagaimana kami terus memperkuat fundamental bisnis Venteny,” ujar Kaleb.

Memasuki paruh kedua 2026, Venteny menetapkan tiga agenda utama, yakni memperkuat bisnis inti, memperluas ekosistem, dan meningkatkan kualitas monetisasi. Perusahaan juga akan mendorong inovasi produk teknologi, memperkuat manajemen risiko kredit, serta menjaga kualitas portofolio agar pertumbuhan tetap sehat.

Dari sisi ekosistem, Venteny akan memperkuat kerja sama strategis dengan berbagai mitra sekaligus memperluas jaringan penyaluran pembiayaan dan sumber pendanaan modal. Strategi tersebut diarahkan untuk memperkuat fondasi permodalan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Kaleb mengatakan perusahaan ingin memastikan strategi yang dijalankan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga menciptakan nilai berulang bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan. “Dengan ekosistem yang semakin luas, teknologi yang terus berkembang, serta kerja sama strategis yang semakin kuat, kami optimistis dapat menangkap peluang pertumbuhan yang lebih besar di sepanjang 2026,” ucapnya.

Venteny menyatakan seluruh strategi tersebut diarahkan untuk menjaga pertumbuhan yang dapat diperluas, berkelanjutan, dan menguntungkan dengan tetap memperhatikan kualitas bisnis. Langkah itu juga ditempatkan sebagai bagian dari upaya mendukung perkembangan ekosistem keuangan digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....