TASPEN Bekasi Imbau Peserta Tingkatkan Kewaspadaan dan Jaga Data Pribadi

  • 27 Agt 2026 16:27 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Bekasi secara proaktif mengimbau seluruh peserta, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pensiunan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital. Langkah edukasi ini menjadi prioritas TASPEN guna memastikan keamanan data dan kenyamanan peserta dalam mengakses layanan jaminan sosial.

Perkembangan teknologi, khususnya pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), telah membuat modus penipuan menjadi semakin beragam dan sulit dikenali. Mengutip rilis resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria menyoroti kerugian akibat spam dan scam di Indonesia yang ditaksir mencapai Rp7,5 triliun berdasarkan laporan Global Anti-Scam Alliance (GASA). Wamen Nezar secara khusus memperingatkan bahaya penipuan AI yang mampu meniru suara orang terdekat maupun pejabat, sebuah modus yang dinilai sangat rentan memakan korban dari kalangan lanjut usia (lansia).

Peringatan dari pemerintah tersebut sangat selaras dengan fokus pelindungan TASPEN kepada pesertanya, yang mayoritas memasuki usia purnatugas. Merespons hal tersebut, TASPEN Bekasi mengingatkan peserta agar tidak mudah terpedaya oleh informasi yang mengatasnamakan TASPEN. Modus penipuan kerap dilancarkan melalui pesan WhatsApp, panggilan telepon, hingga media sosial dari akun yang tidak terverifikasi. Beberapa modus manipulatif yang patut diwaspadai meliputi informasi palsu terkait pencairan tunjangan, pembagian bonus, pemberian bantuan, hingga dalih pembaruan data kepesertaan yang berujung pada permintaan transfer sejumlah uang.

Branch Manager TASPEN Bekasi, Rizky Saputra, menegaskan pentingnya kewaspadaan seluruh peserta dalam menyaring setiap informasi yang diterima. “Kami mengajak seluruh peserta untuk tidak terburu-buru mempercayai informasi yang diterima, terutama apabila terdapat permintaan data pribadi, kode OTP, maupun sejumlah uang. Jika menerima informasi yang mencurigakan, tahan terlebih dahulu, pastikan kebenarannya melalui kanal resmi TASPEN, dan laporkan apabila ditemukan indikasi penipuan,” ungkap Rizky.

TASPEN kembali menegaskan bahwa seluruh proses pengurusan klaim dan layanan jaminan sosial dipastikan gratis atau tidak dipungut biaya apa pun. Peserta dilarang keras memberikan data sensitif seperti Personal Identification Number (PIN), One-Time Password (OTP), kata sandi, maupun informasi rekening perbankan kepada pihak yang keabsahannya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Informasi resmi mengenai kepesertaan, program, maupun layanan pengaduan hanya dapat diakses secara transparan melalui situs web resmi www.taspen.co.id, media sosial resmi TASPEN yang memiliki centang biru, atau melalui Call Center 1500919.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....