Perkuat Transformasi Manajemen Risiko, BTN Raih Penghargaan ASEAN Risk Awards
- 20 Jul 2026 00:11 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali menorehkan prestasi di tingkat regional dengan meraih dua penghargaan pada ASEAN Risk Awards 2026, yakni ASEAN Risk Champion Award (Category 2) dan Risk Culture Award. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan transformasi manajemen risiko BTN yang dinilai telah memenuhi praktik terbaik di kawasan ASEAN.
Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan, penghargaan tersebut menunjukkan bahwa transformasi yang dijalankan perseroan dibangun di atas fondasi tata kelola dan manajemen risiko yang kuat.
“Penghargaan ini bukan sekadar apresiasi atas fungsi manajemen risiko, tetapi merupakan pengakuan bahwa transformasi BTN dibangun di atas fondasi tata kelola dan risk management yang kuat,” kata Setiyo dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 19 Juli 2026.
Menurutnya, di tengah meningkatnya kompleksitas risiko global, mulai dari ketidakpastian ekonomi, volatilitas pasar keuangan, percepatan digitalisasi hingga perubahan iklim, BTN memastikan setiap keputusan bisnis tetap mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan, kualitas aset, kecukupan modal, likuiditas, dan keberlanjutan.
Ia menjelaskan, selama beberapa tahun terakhir BTN menjalankan transformasi manajemen risiko secara menyeluruh melalui roadmap yang terstruktur. Langkah tersebut meliputi modernisasi proses bisnis kredit melalui Loan Factory, penguatan enterprise risk management, digitalisasi pemantauan risiko secara end-to-end, pemanfaatan data analytics dalam pengambilan keputusan, hingga integrasi aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam kerangka manajemen risiko perseroan.
BTN juga memperkuat budaya risiko (risk culture) di seluruh jenjang organisasi melalui peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola, serta internalisasi prinsip kehati-hatian dalam setiap proses bisnis.
“Risk culture merupakan fondasi penting bagi organisasi yang ingin tumbuh secara berkelanjutan. Ketika seluruh insan perusahaan memiliki kesadaran risiko yang kuat, maka organisasi akan lebih cepat beradaptasi terhadap perubahan, lebih tangguh menghadapi tantangan, dan mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas,” ujar Setiyo.
Transformasi tersebut turut tercermin pada kinerja keuangan BTN sepanjang Semester I 2026. Perseroan membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun, meningkat 40,8 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,70 triliun.
Pada periode yang sama, penyaluran kredit dan pembiayaan tumbuh 13,2 persen menjadi Rp418,11 triliun, sementara total aset meningkat 8,5 persen menjadi Rp545,16 triliun.
Di sisi kualitas aset, rasio Non-Performing Loan (NPL) membaik menjadi 2,99 persen dari 3,30 persen pada Semester I 2025. Sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 6,5 persen menjadi Rp398,73 triliun, yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap fundamental perseroan.
Setiyo menambahkan, penguatan manajemen risiko menjadi salah satu pilar utama transformasi BTN menuju bank beyond mortgage. Dengan kerangka manajemen risiko yang semakin modern, digital, dan terintegrasi, perseroan optimistis dapat mendukung ekspansi bisnis ke berbagai segmen, mulai dari pembiayaan perumahan, consumer banking, corporate banking, commercial banking, hingga layanan keuangan berbasis ekosistem tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat kapabilitas manajemen risiko yang semakin forward-looking melalui pemanfaatan data, digital technology, dan artificial intelligence, serta terus memperkuat budaya risiko di seluruh organisasi. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi BTN untuk terus membangun institusi keuangan yang semakin kuat, terpercaya, dan berdaya saing di tingkat regional,” kata Setiyo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....