Pacu Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan, PT WKI Perkuat Lima Lini Bisnis
- 02 Sep 2026 17:49 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) mempertegas strategi transformasi perusahaan dengan fokus pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan melalui penguatan lima lini bisnis. Mulai dari konstruksi hingga investasi energi baru terbarukan (EBT), di tengah upaya memperluas pangsa pasar dan memperkuat arus kas perusahaan.
Pelaksana Tugas Direktur Utama WKI Bambang Dwi Wijayanto mengatakan transformasi perusahaan dijalankan melalui tiga tahapan utama, yakni pemulihan internal, reposisi pasar, dan pertumbuhan berkelanjutan. Menurutnya, WKI kini tidak lagi hanya mengejar peningkatan volume proyek, tetapi memastikan setiap kontrak memiliki kepastian pembayaran, margin yang wajar, risiko yang terkendali, serta tidak bertentangan dengan kepentingan bisnis induk usaha.
“Dari sisi pengembangan pasar, kami terus memperkuat strategi perolehan Nilai Kontrak Baru (NKB). Pertumbuhan NKB meningkat signifikan sejak 2021 hingga 2025, bahkan realisasinya mencapai 100,07 persen dari target pada 2025,” ujar Bambang dalam keterangan resmi, Rabu, 2 September 2026.
Ia menambahkan, khusus segmen konstruksi, realisasi NKB bahkan mencapai 104,41 persen dari target, dengan mayoritas kontrak berasal dari pasar eksternal yang dinilai menunjukkan meningkatnya daya saing perusahaan di pasar terbuka.
Saat ini, WKI menggarap sejumlah proyek strategis nasional, antara lain perbaikan Tol Kayu Agung–Palembang, program Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Merauke, peningkatan Jalan R. Suprapto dan Jalan Gajah Mada di Batam, pengaspalan Tol Palembang–Betung, pekerjaan tanah Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 3A dan 3B, serta pembangunan Ramp Off Tol Bocimi.
Selain proyek yang masih berjalan, perusahaan juga telah berkontribusi dalam penyelesaian sejumlah proyek besar, seperti Tol Cimanggis-Cibitung, Tol Ibu Kota Nusantara (IKN), Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Gedung Sekretariat Presiden, hingga Bendungan Rukoh.
Di luar sektor konstruksi, WKI juga memperkuat bisnis pengelolaan alat berat dengan mengoperasikan 341 unit aset. Ke depan, jumlah tersebut direncanakan bertambah menjadi sekitar 1.200 unit melalui proses pengalihan aset dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang saat ini masih menunggu penyelesaian proses korporasi dan persetujuan yang berlaku.
Perusahaan juga mengembangkan lini bisnis perdagangan material konstruksi, manufaktur baja di fasilitas Cikande yang memproduksi tower transmisi, struktur baja, modular keet, dan jembatan gantung, serta investasi di sektor energi.
Menurut Bambang, pengelolaan aset pada 2026 akan diarahkan pada optimalisasi alat dan fasilitas melalui skema penyewaan, pabrikasi, workshop, dan kerja sama bisnis guna menciptakan pendapatan berulang sekaligus memperkuat arus kas perusahaan.
Pada sektor energi, WKI menegaskan komitmennya mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan portofolio EBT secara selektif, termasuk pembangkit listrik tenaga air. Setelah divestasi PT Waskita Sangir Energi pada 2025, perusahaan melanjutkan pengembangan melalui PT Waskita Wado Energi sebagai bagian dari strategi jangka panjang berbasis kemitraan.
“WKI akan melakukan pemulihan secara bertahap. Harapan kami, perusahaan dapat tumbuh dengan cara yang sehat, terukur, dan berkelanjutan,” kata Bambang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....