Patra Logistik Catat Pertumbuhan Kinerja Positif Sepanjang 2025

  • 05 Jun 2026 15:46 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – PT Patra Logistik mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan pertumbuhan pendapatan dan peningkatan kapasitas distribusi energi di Indonesia. Perusahaan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3,25 triliun atau tumbuh 21,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian tersebut juga diikuti dengan perolehan EBITDA sebesar Rp378 miliar yang ditopang oleh peningkatan efektivitas operasional, optimalisasi utilisasi armada, serta pengembangan layanan logistik energi.

Direktur Utama PT Patra Logistik, Yock Yorlando, mengatakan pengelolaan armada dan distribusi energi terus ditingkatkan untuk menjaga kelancaran layanan di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi dan kompleksitas operasional di lapangan.

“Perusahaan terus meningkatkan pengelolaan armada, monitoring distribusi, dan efektivitas operasional agar proses pengiriman energi dapat berjalan lebih tepat waktu, aman, dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan. Pengelolaan distribusi dan inventory menjadi fokus penting perusahaan seiring meningkatnya kebutuhan distribusi energi dan kompleksitas operasional di lapangan,” ujarnya di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.

Saat ini, perusahaan mengelola lebih dari 4.000 unit armada operasional, termasuk mobil tangki yang mendukung distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan layanan logistik energi di berbagai daerah. Modernisasi armada dan peningkatan sistem pemantauan distribusi terus dilakukan untuk menjaga keandalan layanan serta efektivitas pengiriman.

Untuk memperkuat pengelolaan distribusi pada 2026, perusahaan berencana mengembangkan sistem Fleet Management yang terintegrasi dengan Road Traffic Control (RTC) secara nasional. Sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemantauan pergerakan armada, pengendalian distribusi, serta pengelolaan persediaan secara real-time.

Corporate Secretary PT Patra Logistik, Prakoso Yoga Ferlando, mengatakan penguatan tata kelola perusahaan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan distribusi energi. Menurutnya, pengembangan sistem monitoring operasional, integrasi pengelolaan armada, serta penyempurnaan proses bisnis terus dilakukan untuk mendukung operasional yang lebih andal dan terukur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....