KAI Daop 1 Angkut 71.860 Ton Peti Kemas dari Banten pada Semester I 2026
- 22 Jul 2026 10:32 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- PT KAI Daerah Operasi 1 Jakarta mengangkut 71.860 ton peti kemas dari Provinsi Banten selama semester pertama 2026.
- Layanan angkutan barang beroperasi melalui relasi Krenceng–Pasoso–Kalimas dengan frekuensi perjalanan setiap dua hari dari Stasiun Krenceng, Kota Cilegon.
- Komoditas utama yang diangkut adalah baja gulungan atau steel coil untuk memenuhi kebutuhan industri di berbagai wilayah Pulau Jawa.
RRI.CO.ID, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengangkut 71.860 ton peti kemas dari Provinsi Banten sepanjang semester I 2026. Angkutan barang tersebut dilayani melalui relasi Krenceng–Pasoso–Kalimas untuk mendukung distribusi logistik ke berbagai wilayah di Pulau Jawa.
Layanan angkutan barang diberangkatkan dari Stasiun Krenceng, Kota Cilegon, dengan frekuensi perjalanan setiap dua hari. Komoditas yang paling banyak diangkut berupa baja gulungan atau steel coil untuk memenuhi kebutuhan industri.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan angkutan barang menggunakan kereta api memiliki keunggulan dari sisi kapasitas, ketepatan waktu, dan keamanan. Menurutnya, layanan tersebut menjadi salah satu solusi distribusi logistik dari kawasan industri di Banten.
"Provinsi Banten memiliki kawasan industri dan aktivitas logistik yang cukup besar. Melalui layanan angkutan peti kemas dari Krenceng, KAI Daop 1 Jakarta mendukung kelancaran distribusi barang dari Banten menggunakan moda transportasi yang memiliki kepastian jadwal perjalanan dan tidak terpengaruh kemacetan jalan raya," kata Franoto.
Meski secara semesteran mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kinerja angkutan barang pada triwulan II 2026 justru menunjukkan tren positif. Volume angkutan peti kemas pada periode April hingga Juni 2026 mencapai 44.103 ton atau meningkat 58,9 persen dibandingkan triwulan I 2026, bahkan naik sekitar 9,4 persen dibandingkan triwulan II 2025.
"Peningkatan pada triwulan kedua menunjukkan adanya pertumbuhan kebutuhan distribusi barang menggunakan kereta api. KAI akan terus menjaga keandalan layanan agar angkutan barang dari wilayah Banten dapat berjalan aman, lancar, dan tepat waktu," ujarnya.
Franoto menambahkan, penggunaan kereta api untuk distribusi logistik juga mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) di jalan raya. Karena itu, KAI mengajak pelaku industri dan perusahaan logistik memanfaatkan angkutan barang berbasis rel yang dinilai lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.
"Kami berharap semakin banyak distribusi barang yang dapat dialihkan ke kereta api sebagai moda yang aman, cepat, tepat waktu, dan berkelanjutan," tutup Franoto.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....