Konsumen Makin Selektif, Kepastian Produk Perlindungan Jadi Pertimbangan Utama
- 07 Mei 2026 16:21 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Industri asuransi umum Indonesia mencatat pertumbuhan pada 2025, namun lajunya dinilai belum terlalu kuat di tengah rendahnya tingkat penetrasi pasar. Kondisi tersebut memicu perubahan perilaku konsumen yang kini semakin selektif sebelum membeli produk perlindungan.
Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, total premi asuransi umum pada 2025 tercatat sekitar Rp120 triliun atau tumbuh 2,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, tingkat penetrasi asuransi umum masih berada di kisaran 0,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Rendahnya penetrasi tersebut dinilai menunjukkan pasar asuransi nasional masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Namun di saat yang sama, masyarakat disebut semakin berhitung dalam memilih produk, terutama di tengah tekanan ekonomi dan meningkatnya biaya hidup.
Country Head ZenInsure Indonesia I Ketut Adi Putra Kusnadi mengatakan kebutuhan konsumen saat ini bukan sekadar banyaknya pilihan produk, tetapi juga transparansi informasi dan kepastian layanan ketika mengajukan klaim.
“Pengguna ingin memahami produk secara lebih jelas dan memperoleh kepastian saat proses klaim berlangsung,” ujar Adi, di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurutnya, di sektor asuransi kesehatan, tekanan biaya medis menjadi tantangan tersendiri bagi industri. Inflasi medis pada 2025 tercatat mencapai 13,6 persen sehingga mendorong penyesuaian premi di sejumlah produk kesehatan.
President Director Reliance Indonesia Pepe Arinata menilai konsumen kini semakin memperhatikan nilai manfaat dari produk yang dibeli. Menurut dia, tren perlindungan kesehatan juga mulai bergeser ke layanan preventif atau pencegahan, termasuk program wellness untuk karyawan perusahaan.
“Kesadaran terhadap pentingnya kesehatan preventif semakin meningkat, terutama di lingkungan korporasi,” katanya.
Sementara itu, pada lini asuransi kendaraan, permintaan terhadap produk Total Loss Only (TLO) mengalami kenaikan signifikan. Produk terebut dinilai lebih sesuai bagi konsumen yang mencari perlindungan dengan premi lebih terjangkau.
ZenInsure mencatat penjualan asuransi TLO tumbuh lima kali lipat secara tahunan pada kuartal I 2026. Pertumbuhan serupa juga terjadi pada asuransi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik di Indonesia.
Senior Executive Vice President Zurich Asuransi Indonesia Sukma Darman mengatakan kebutuhan nasabah kendaraan kini semakin beragam sehingga perusahaan asuransi harus lebih adaptif dalam menghadirkan produk.
“Pertumbuhan kendaraan listrik turut membuka peluang baru bagi industri asuransi, khususnya dalam pengembangan skema perlindungan yang sesuai dengan karakteristik kendaraan berbasis baterai,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....