Volume Angkutan KA Kontainer Tumbuh 44 Persen

  • 20 Feb 2026 14:53 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - KAI Logistik terus memperkuat posisi kereta api sebagai moda alternatif andalan bagi pelaku usaha. Melalui layanan KA Kontainer, KAI Logistik mencatatkan volume angkutan sebesar 222 ribu ton pada awal tahun 2026, angka tersebut tumbuh 44 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 154 ribu ton.

VP of Corporate Secretary KAI Logistik Dwi Wulandari mengatakan lonjakan volume tersebut salah satunya didorong oleh meningkatnya arus distribusi menjelang momentum strategis keagamaan. Kondisi ini memicu kenaikan produksi di berbagai sektor industri.

“Peningkatan volume ini salah satunya didorong oleh arus distribusi mendekati momentum strategis keagamaan yang memengaruhi peningkatan produksi di berbagai sektor industri. Peningkatan diprediksi masih akan terjadi hingga Maret 2026,” ujar Dwi, di Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026.

Dwi menilai, tren positif tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap moda kereta api. Selain memiliki kapasitas angkut besar dan jadwal perjalanan yang teratur, moda KA dinilai lebih efisien serta memiliki tingkat emisi yang lebih rendah dibandingkan moda darat lainnya.

Sejalan dengan meningkatnya perhatian industri terhadap aspek keberlanjutan, KAI Logistik kini juga mencantumkan informasi jumlah emisi yang dihasilkan dari setiap pengiriman menggunakan moda KA pada invoice pelanggan. Langkah tersebut menjadi bagian dari transparansi sekaligus dukungan terhadap praktik logistik berkelanjutan.

“Dalam menghadapi transisi kebijakan Over Dimension Over Load (ODOL) yang direncanakan berlaku pada 2027, layanan KA Kontainer menjadi salah satu alternatif strategis. Dengan kapasitas besar, waktu tempuh relatif cepat, serta jadwal yang terstruktur, moda tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan rantai pasok secara menyeluruh,” ujarnya.

Lebih lanjut Dwi menjelaskan, bahwa layanan KA Kontainer memungkinkan pengiriman berbagai jenis muatan menggunakan kontainer 20 feet dan 40 feet, termasuk high cube container dan reefer container untuk komoditas yang mudah rusak. Untuk menjaga kualitas komoditas perishable, KAI Logistik menyediakan fasilitas plug in listrik di terminal barang guna memastikan suhu tetap stabil selama proses transit.

Selain itu, sejumlah terminal barang seperti Sungai Lagoa Jakarta, Klari Karawang, Ronggowarsito Semarang, dan Kalimas Surabaya telah mengantongi sertifikasi halal. Fasilitas ini memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha di sektor industri halal, termasuk makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, serta produk FMCG.

“Perseroan akan terus melakukan penyempurnaan layanan guna meningkatkan daya saing moda KA sebagai moda andalan yang ramah lingkungan dan menjadi ekosistem utama dalam green logistics. Ke depan, KAI Logistik juga akan meningkatkan kapasitas layanan khususnya pada layanan KA Kontainer yang saat ini melayani berbagai relasi di Pulau Jawa,” kata Dwi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....