Harga Cabai Rawit Meroket, Apa yang Terjadi di Balik Lonjakan?
- 20 Feb 2026 10:11 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Harga cabai rawit merah di Jakarta kembali meroket dan menembus Rp140 ribu per kilogram. Pemulihan harga yang dijanjikan akan normal dua pekan kedepan sangat bergantung pada keberhasilan panen lanjutan, kata asosiasi cabai.
Lonjakan harga cabai rawit merah terpantau di sejumlah pasar tradisional Jakarta sejak pertengahan Februari 2026. Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia atau AACI Abdul Hamid menyebut harga cabai rawit merah di tingkat eceran kini berada di kisaran Rp120 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram, ujarnya saat siaran di radio 91,2 FM Pro1 RRI Jakarta pada Jumat, 20 Februari 2026.

Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid (kiri) menyampaikan kondisi terkini lonjakan harga cabai rawit saat diwawancarai penyiar Radio Pro1 RRI Jakarta Binda Umar (kanan), Jumat, 20 Februari 2026. Abdul Hamid menjelaskan kenaikan harga cabai dipicu terbatasnya pasokan akibat curah hujan tinggi yang mengganggu panen di daerah sentra produksi. (Foto: tangkapan layar wawancara Zoom Meeting)
Baca juga:
- Awal Ramadan, Harga Cabai di Jakbar Melonjak Tajam
- Pramono Turun Tangan Atasi Lonjakan Harga Cabai
Abdul Hamid menjelaskan, kenaikan ini terjadi sangat cepat dibandingkan hari-hari sebelumnya. “Kemarin masih di bawah, rawit sekitar Rp100 ribu per kilo, hari ini langsung naik karena pasokan memang sedang terganggu,” ucapnya saat memantau harga langsung di pasar Kemiri Muka Kota Depok Jawa Barat.
Menurut dia, faktor utama pemicu kenaikan harga adalah curah hujan tinggi yang mengganggu siklus tanam dan panen cabai. Pada fase panen awal, hasil cabai masih sangat terbatas, sehingga pasokan ke pasar induk seperti Kramat Jati belum mampu memenuhi kebutuhan harian, ujarnya.
| Baca juga: Harga Cabai Rawit Tembus Rp92.250 per Kg |
-1920x1080.webp)
Foto ilustrasi cabai. Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid menyampaikan pandangan petani cabai yang menilai pemerintah cenderung diam saat harga cabai jatuh di tingkat produsen, namun aktif melakukan intervensi ketika harga melonjak di tingkat konsumen. (Foto: canva)
Data laman Infopangan DKI Jakarta per 20 Februari 2026 mencatat, harga rata-rata cabai rawit merah di Jakarta mencapai Rp108.917 per kilogram, naik Rp3.022 dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan ini kontras dengan sejumlah komoditas lain yang justru relatif stabil atau mengalami penurunan.
Di tingkat pedagang, lonjakan harga ini dirasakan langsung. Mama Della, pedagang sayur di Pasar Radio Dalam, Jakarta Selatan, mengaku harga cabai rawit merah kini sudah menyentuh Rp140 ribu per kilogram. “Kalau yang keriting merah masih standar, sekitar Rp60 ribu per kilo,” ujarnya melalui pesan WhatsApp kepada RRI Jakarta.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun melalui website resminya mengakui adanya tekanan harga pada komoditas cabai. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, gangguan pasokan dari Jawa dan Sulawesi Selatan akibat hujan menjadi penyebab utama kenaikan harga cabai keriting dan rawit, ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026.
Pramono optimistis harga cabai akan kembali normal dalam satu hingga dua pekan ke depan seiring membaiknya pasokan. “Kami akan membeli cabai langsung dari sumbernya dan menjual ke pengecer dengan margin terbatas agar harga terkontrol,” ucapnya, seraya menegaskan langkah ini untuk menahan laju inflasi pangan.
Namun, Abdul Hamid mengingatkan, pemulihan harga sangat bergantung pada keberhasilan panen lanjutan. Ia memperkirakan produksi cabai baru akan melimpah pada panen ke-5 atau ke-6, yang membutuhkan waktu sekitar 25 hari. “Mungkin akhir Ramadan baru mulai turun, bahkan setelah Lebaran biasanya cabai justru banjir dan harga jatuh,” ucapnya.
harga cabai rawit, cabai rawit mahal, harga cabai Jakarta, cabai rawit merah, inflasi pangan, harga pangan Ramadan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....