Merawat Tari Klasik Jogja di Jakarta
- 21 Sep 2026 22:09 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Mitra Tari Hadiprana didirikan pada April 2014 sebagai komunitas pembelajaran seni tari klasik gaya Yogyakarta yang serius namun tetap hangat di Jakarta.
- Komunitas ini dicetuskan oleh tiga pendiri utama: Arie Hastuari, Putut Budi Santoso, dan Ria Wulandari dengan misi menyediakan wadah pembelajaran tari yang menjunjung kesetaraan dan kekeluargaan.
- Tari dipandang tidak hanya sebagai keterampilan seni, tetapi juga sebagai ruang untuk bersosialisasi, berekreasi, menemukan ketenangan, dan mengaktualisasikan diri bagi para anggota komunitas.
RRI.CO.ID, Jakarta - Berawal dari keinginan menghadirkan ruang belajar tari yang serius namun tetap hangat, komunitas Payon Taman Budaya berdiri pada April 2014. Seiring perpindahan tempat kegiatan ke Gedung Mitra Hadiprana, komunitas ini kemudian dikenal dengan nama Mitra Tari Hadiprana. Komunitas tersebut menjadi ruang bagi para pencinta tari untuk belajar, mengajar, sekaligus mengembangkan proses kreatif, khususnya seni tari klasik gaya Yogyakarta di Jakarta.
Komunitas ini dicetuskan oleh Arie Hastuari, Putut Budi Santoso, dan Ria Wulandari. Sejak awal, mereka ingin menyediakan wadah bagi siapa saja yang memiliki keinginan belajar menari secara serius dan benar, dengan menjunjung nilai kesetaraan serta kekeluargaan. Tari tidak hanya dipandang sebagai keterampilan seni, tetapi juga sebagai ruang untuk bersosialisasi, berekreasi, menemukan ketenangan, sekaligus mengaktualisasikan diri.

Renny Kusumowardhani, person in charge Mitratari Hadiprana memaparkan perihal internal Mitra tari yang langsung bertandang ke studio Pro 4 RRI Jakarta, Senin, 21 September 2026.
| Baca juga: Menguliti Sukerta di Teduh Hutan UI |
"Saat ini, sekitar 15 orang yang telah bergabung dalam Mitra Tari Hadiprana. Untuk menjadi bagian dari komunitas kami, anggota diharapkan memiliki kemauan untuk belajar, rajin, disiplin, sehat, serta bersedia mengikuti berbagai kegiatan komunitas. Menariknya, gagasan kegiatan kami tidak selalu datang dari guru. Ide dapat berasal dari anggota maupun pihak luar, kemudian konsep dan pelaksanaannya dikerjakan bersama sesuai kebutuhan acara", ujar Renny.
Baca Juga : Dari Kepedulian Tantri, Sanggar PERKASA Jadi Panggung Keberanian Anak
Baca Juga : Empat Tahun Bakul Budaya Nusantara, Merawat Tenun dan Budaya Kalimantan

Dalam perjalanannya, komunitas ini telah mengikuti berbagai kegiatan, antara lain home concert, menari bersama di Keraton Yogyakarta, Festival Bedhayan, hingga kegiatan Woman International Club dan sejumlah acara lainnya. Kebersamaan menjadi salah satu kekuatan komunitas ini, meski dalam prosesnya tetap ada tantangan, terutama dalam menyamakan tingkat kedisiplinan dan komitmen anggota, khususnya mereka yang masih baru bergabung.
Baca Juga : UKUiki Hadirkan Orkestra Ukulele Pertama di Indonesia

Ke depan, Mitra Tari Hadiprana berharap dapat merangkul lebih banyak anggota tanpa kehilangan semangat kekeluargaan yang telah dibangun sejak awal. Komunitas ini juga ingin semakin solid, maju, dan berkembang, sekaligus terus menjadi ruang untuk merawat serta mengembangkan seni tari klasik gaya Yogyakarta di tengah kehidupan masyarakat Jakarta.

Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....