Menua dengan Kesadaran, Menjaga Vitalitas dan Kedamaian di Usia Senja

  • 13 Sep 2026 01:30 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Sekolah Lansia Wulan Smart menyelenggarakan program edukasi dan praktik meditasi khusus untuk lanjut usia bersama Urban Spiritual Indonesia dengan fokus pada kesehatan lahir dan batin.
  • Dr. Turita Indah Setyani menekankan bahwa perubahan fisik akibat penuaan merupakan proses alami yang tidak harus menghilangkan semangat untuk terus berkembang dan mengenal diri lebih dalam.
  • Program ini mengajarkan bahwa lanjut usia dapat menjadi fase kehidupan yang bermakna untuk menemukan kedamaian batin dan menjalani hidup dengan cara pandang yang lebih positif.

RRI.CO.ID, Jakarta - Bertambahnya usia sering kali identik dengan berbagai perubahan, baik pada tubuh maupun kehidupan sehari-hari. Namun, usia senja tidak selalu berarti kehilangan kekuatan dan semangat. Melalui kesadaran dan cara pandang yang positif, masa lanjut usia justru dapat menjadi fase untuk lebih mengenal diri, menikmati kehidupan, serta menemukan kedamaian batin. Gagasan tersebut menjadi bagian dari sesi edukasi dan praktik “Lansia CERDAS dengan Meditasi Menuju Kesehatan Lahir dan Batin” yang digelar Sekolah Lansia Wulan Smart bersama Urban Spiritual Indonesia.

Kegiatan yang dipandu penggagas Urban Spiritual Indonesia, Dr. Turita Indah Setyani, mengajak para lansia memandang proses penuaan secara lebih utuh. Menurutnya, perubahan fisik merupakan bagian alami dari kehidupan, tetapi tidak semestinya membuat seseorang kehilangan semangat untuk terus bertumbuh. “Tubuh boleh berubah dan menua, tetapi hidup terus berlangsung. Usia yang bertambah membawa kekayaan pengalaman dan kesempatan emas untuk semakin mengenal diri sendiri,” ujar Dr. Turita di hadapan para peserta.

(Foto : Pusinfo Urban Spiritual Indonesia)

Baca Juga : Menguliti Sukerta di Teduh Hutan UI

Baca Juga : Ki Fakih Tri Sera, Dalang Muda Peruwat Hutan UI

Dalam sesi tersebut, Dr. Turita memperkenalkan filosofi LANSIA CERDAS sebagai panduan menjalani masa senja dengan lebih bermakna. CERIA berarti menikmati kehidupan dengan rasa syukur, ENERGIK tetap bersemangat sesuai kemampuan, RAJIN merawat kesehatan lahir dan batin, DAMAI menerima keadaan dan melepaskan beban emosi, AKTIF tetap bergerak serta bersosialisasi, dan SEHAT menjaga keseimbangan tubuh, pikiran, serta spiritualitas. Seluruh nilai tersebut diperkuat melalui praktik kesadaran atau mindfulness, yakni kemampuan untuk hadir dan menyadari tubuh, napas, pikiran, serta perasaan pada saat ini.

Meditasi dalam konteks lansia juga diperkenalkan sebagai latihan yang sederhana dan fleksibel, bukan aktivitas yang sulit ataupun keharusan untuk mengosongkan pikiran. Peserta dapat duduk nyaman di kursi dengan telapak kaki menapak lantai, kemudian memperhatikan napas secara alami. Menurut Dr. Turita, yang terpenting bukan lamanya bermeditasi, melainkan ketekunan dalam melakukannya. Meditasi pun tidak berhenti ketika mata dibuka, tetapi dapat diterapkan dalam keseharian, seperti makan dengan sadar, berjalan dengan penuh perhatian, mendengarkan orang lain, hingga mengenali rasa marah atau sedih dengan lebih bijaksana.

(Foto : Pusinfo Urban Spiritual Indonesia)

Baca Juga : Melu Dongeng, Nyuk, Rawat Bahasa Ibu

Baca Juga : Baresan Incuputu Pangauban, Merawat Sungai lewat Dharma

Melalui kegiatan ini, Sekolah Lansia Wulan Smart dan Urban Spiritual Indonesia ingin menegaskan bahwa menjadi tua bukanlah akhir dari proses pertumbuhan manusia. Tubuh memang mengalami perubahan, tetapi semangat, kesadaran, dan kedamaian hati tetap dapat dipelihara. Dengan latihan sederhana yang dilakukan secara konsisten, masa senja diharapkan tidak hanya dijalani dengan lebih sehat, tetapi juga dengan rasa syukur, kemandirian, dan kehidupan yang lebih bermakna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....