Teater Dupa, Merawat Seni dan Budaya dari Duri Kepa
- 16 Agt 2026 15:58 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Teater Dupa berharap keberadaannya semakin dikenal dan mampu menjadi ruang yang konsisten dalam merawat seni budaya di lingkungan masyarakat
- Kami ingin teater bisa dikenal sampai ke kampung-kampung dan gang-gang yang ada di Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Seni pertunjukan tidak selalu harus lahir dari panggung besar. Namun dari lingkungan kampung dan ruang-ruang sederhana yang ada disekitar kita, kreativitas justru dapat tumbuh menjadi gerakan yang mempertemukan banyak orang dan memabangun kekuatan seni itu sendiri. Semangat itulah yang dibawa Teater Dupa, komunitas seni yang hadir di kawasan Duri Kepa, Jakarta Barat, sejak 4 Januari 2023. Nama “Dupa” memiliki makna yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, bisa dimaknai sebagai wewangian, namun juga memiliki arti duri. Bagi komunitas ini, nama tersebut menjadi identitas yang lahir dan tumbuh dari lingkungan Duri Kepa.
Teater Dupa didirikan oleh Yudi Haryanto bersama Manda dan Ajis. Kehadiran komunitas ini berangkat dari keinginan untuk mengembangkan seni dan budaya di kampung sendiri. Teater dipilih sebagai ruang untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkenalkan seni pertunjukan kepada masyarakat. Tidak sekadar mengejar pementasan, Teater Dupa ingin menjadikan seni sebagai ruang belajar, berkumpul, dan membangun keberanian bagi anak-anak maupun orang dewasa untuk mencoba hal-hal baru.

Baca Juga : Sanggar Satria Sunda Sakti Kota Bogor Konsisten Lestarikan Budaya Sunda
Baca Juga : Teater Mantuli Hidupkan Legenda Sigalegale lewat Panggung Bahasa Isyarat
Yudi Haryanto sebagai Ketua Teater Dupa hadir langsung ke studio RRI Pro 4 Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026. Menyampaikan perihal internal keanggotaan dari teater Dupa,
"Saat ini udeh hampir hampir 200 orang yang begabung di Teater Dupa, baik anak-anak maupun dewasa. Menariknya, komunitas kita tidak menetapkan persyaratan yang rumit,siapa aje yang ingin bergabung. Nyang terpenting adalah memiliki kemauan untuk belajar dan terbuka terhadap pengalaman baru di bidang teater", Ujar Yudi.
Yudi menambahkan, "Ide kegiatan biasanya datang dari Yudi sendiri dan dikembangkan bersama seluruh anggota. Hal tersebut membuat setiap kegiatan terasa sebagai karya bersama, bukan hanya milik satu atau dua orang".
Bagi para pengelolanya, perjalanan merintis dan membangun komunitas tentu memiliki cerita suka dan duka. Namun, hingga kini, sisi yang paling dirasakan adalah kebahagiaan karena dapat bertemu dan memiliki teman-teman baru dari berbagai wilayah di Jakarta. Selain menjalankan kegiatan internal, Teater Dupa juga membawa misi yang lebih luas, yakni mengenalkan teater kepada masyarakat di kampung-kampung dan gang-gang yang ada di Jakarta. Dengan cara sederhana dan dekat dengan warga, mereka ingin menunjukkan bahwa seni pertunjukan bisa tumbuh di mana saja.

Baca Juga : Swara SeadaNya & Panji Laras Matangkan Sutasoma Project menuju Pentas
Baca Juga : Komunitas Peduli Anak Pesisir, Menyalakan Harapan dari Tepian Negeri
Ke depan, Teater Dupa berharap keberadaannya semakin dikenal dan mampu menjadi ruang yang konsisten dalam merawat seni budaya di lingkungan masyarakat. Semakin banyak anak muda dan warga yang tertarik belajar teater diharapkan dapat melahirkan talenta-talenta baru dari kampung sendiri. “Kami ingin teater bisa dikenal sampai ke kampung-kampung dan gang-gang yang ada di Jakarta,” menjadi semangat yang terus dibawa komunitas ini. Dari Duri Kepa, Teater Dupa membuktikan bahwa menjaga kebudayaan tidak selalu membutuhkan panggung megah, tetapi membutuhkan kemauan untuk belajar, berkarya, dan bergerak bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....