Semaan Puisi Taufiq Ismail Hidupkan Jiwa Sastra di TIM
- 15 Agt 2026 06:11 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Semaan Puisi Edisi ke-136 tidak hanya menjadi penghormatan bagi perjalanan panjang Taufiq Ismail, tetapi juga menjadi pengingat bahwa sastra mampu menjaga ingatan, merawat nilai, dan menyentuh sisi kemanusiaan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Puluhan penikmat sastra memenuhi Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Taman Ismail Marzuki atau TIM, Kamis, 13 Agustus 2026. Suasana seketika menjadi khidmat ketika bait-bait puisi karya Taufiq Ismail dilantunkan dalam Semaan Puisi Edisi ke-136 bertema “Taufiq Ismail: Perjuangan, Karya, dan Penghargaan”. Di ruang yang menyimpan jejak panjang perjalanan sastra Indonesia itu, puisi terasa kembali menemukan denyut kehidupannya.
Baca Juga : Wayangan Ruwat Hutan, Ikhtiar Merawat Alam di Universitas Indonesia
Baca Juga : Sedekah Hutan 2026, Merawat Alam lewat Budaya dan Kepedulian
Konsep semaan yang berarti menyimak dengan penuh perhatian dan kekhusyukan membuat acara ini lebih dari sekadar pembacaan puisi. Para penikmat sastra dari berbagai generasi diajak menikmati kekuatan kata, sembari mengenang perjalanan dan pemikiran Taufiq Ismail. Kesederhanaan panggung di tengah ruang arsip PDS HB Jassin justru menghadirkan suasana yang intim, seolah mempertemukan masa lalu, masa kini, dan masa depan sastra Indonesia.

Sebagai salah satu tokoh Angkatan ’66, karya-karya Taufiq Ismail dikenal mampu merekam pergulatan sosial, semangat perjuangan, hingga kedalaman spiritual. Larik-larik puisinya yang dibacakan siang itu menghadirkan beragam rasa, dari getir dan haru hingga perenungan tentang kemanusiaan dan hubungan manusia dengan Sang Pencipta. “PDS HB Jassin adalah tempat terbaik untuk merayakan kedalaman kata-kata Taufiq Ismail. Di sini, sejarah sastra tidak mati, melainkan berdenyut dan menghidupkan jiwa-jiwa kita kembali,” ujar Ayie Suminar, salah satu pendiri Komoenitas Makara yang berbasis di Makara Art Center UI.
Baca Juga : Komunitas Peduli Anak Pesisir, Menyalakan Harapan dari Tepian Negeri

Semaan Puisi turut dihadiri sejumlah sastrawan, budayawan, akademisi, seniman, dan generasi muda. Di antaranya Taufiq Ismail, Jose Rizal Manua, Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, Dr. Ganjar Harimansyah, Jamal D. Rahman, Fatin Hamama, Helvy Tiana Rosa, Fikar W. Eda, D. Kemalawati, hingga kelompok Hadrah Banjari Assalam. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa sastra tetap memiliki ruang penting di tengah derasnya arus digital dan perubahan zaman.
Menjelang sore, gema puisi masih terasa di kawasan Cikini. Semaan Puisi Edisi ke-136 tidak hanya menjadi penghormatan bagi perjalanan panjang Taufiq Ismail, tetapi juga menjadi pengingat bahwa sastra mampu menjaga ingatan, merawat nilai, dan menyentuh sisi kemanusiaan. Dari Taman Ismail Marzuki, kata-kata kembali menemukan jalannya untuk hidup di hati para pendengar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....