Menjaga Bahasa Daerah Jadi Pilar Penting Merawat Jati Diri Bangsa

  • 12 Agt 2026 07:59 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Dua variasi dialek bahasa Lampung kini terus dirawat agar tak tergerus derasnya arus modernisasi dan pengaruh bahasa asing. Pelestarian bahasa daerah dinilai bukan sekadar menjaga alat komunikasi, melainkan membentengi pilar utama kebudayaan lokal masyarakat. Pemerintah Daerah Provinsi Lampung pun terus memperkuat komitmen ini dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi. Isu krusial ini dibahas secara komprehensif dalam siaran Suara Budaya Nusantara di RRI Bandar Lampung dan RRI Jakarta pada Selasa 4 Agustus 2026.

"Selain sebagai lambang identitas, fungsi bahasa daerah juga menjadi lambang kebanggaan di mana kita di Indonesia utamanya dengan kultur masyarakat yang sangat heterogen itu senantiasa hidup mengakar pada kebudayaan-kebudayaan lokal," kata Koordinator Pembinaan Bahasa dan Aksara Lampung Biro Kesra Pemprov Lampung, Deris Astriawan, M.Pd. Penjelasan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber siaran Suara Budaya Nusantara.

"Satu di antaranya dengan melakukan pembiasaan-pembiasaan, jadi senantiasa melakukan atau berkomunikasi dengan menggunakan bahasa daerah atau bahasa Lampung, dan itu menjadi kebiasaan," ujar Deris menambahkan. Menurutnya, konsistensi penggunaan bahasa ibu di lingkungan keluarga merupakan benteng utama agar kekayaan tutur lokal ini tidak punah ditelan zaman.

Memasuki era digital, tantangan melestarikan bahasa daerah makin terasa akibat dominasi bahasa asing dan penggunaan bahasa slang dalam pergaulan anak muda. Pengikisan bahasa daerah di ruang publik sering terjadi karena masyarakat cenderung memilih bahasa nasional sebagai jalan tengah dalam berinteraksi. Meski demikian, penguatan sikap bahasa yang positif sejak dini dapat memastikan nilai-nilai kebudayaan tetap terwariskan lintas generasi.

Pemanfaatan media sosial kini menjadi alternatif baru yang sangat potensial untuk mempopulerkan kembali bahasa daerah kepada para generasi muda. Kehadiran kreator konten yang mengemas edukasi bahasa Lampung lewat video komedi singkat di TikTok, Instagram, maupun YouTube terbukti mampu menarik minat publik. Pendekatan kreatif ini berhasil mencairkan kekakuan sehingga masyarakat terdorong untuk belajar dan berani berkomunikasi.

Sinergi yang erat antara regulasi pemerintah, dunia pendidikan, serta kreativitas media masa menjadi kunci sukses dalam merawat kebudayaan lokal. Bahasa Lampung yang memiliki dua variasi dialek, yakni dialek A dan dialek O, merupakan warisan tak ternilai yang patut dibanggakan. Pada akhirnya, menjaga kebanggaan berbahasa daerah akan memperkokoh persatuan dan ketahanan budaya bangsa Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....