Mengetahui Aksara Batak Kunci Memahami Budaya Batak

  • 01 Sep 2026 20:08 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID.Jakarta - Mengenal aksara Batak bukan sekadar mempelajari bentuk-bentuk huruf tradisional, tetapi menjadi salah satu pintu penting untuk memahami kekayaan budaya dan identitas masyarakat Batak. Hal tersebut disampaikan Marno Siagian, Anggota Departemen Bahasa, Aksara dan Literasi BATAK CENTER, melalui sambungan telepon dalam acara Apresiasi Budaya Batak Pro 4 RRI Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026. Dalam perbincangan yang dipandu Jojo Aditya, Marno menjelaskan bahwa aksara Batak memiliki hubungan erat dengan perjalanan sejarah, bahasa, tradisi, serta cara masyarakat Batak mewariskan pengetahuan dari generasi ke generasi.

Menurut Marno, aksara Batak merupakan bagian penting dari warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi. Keberadaan aksara tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Batak sejak masa lalu telah memiliki tradisi literasi dan sistem penulisan sendiri. Aksara Batak digunakan untuk menuliskan berbagai hal, mulai dari catatan kehidupan sehari-hari, pengetahuan tradisional, hingga berbagai pesan yang berkaitan dengan adat dan kehidupan masyarakat. Karena itu, mempelajari aksara Batak tidak cukup hanya dengan menghafalkan bentuk hurufnya, tetapi juga perlu memahami bahasa dan konteks budaya yang melatarbelakanginya.

Lebih jauh, Marno menilai bahwa aksara Batak dapat menjadi kunci untuk membuka pemahaman yang lebih luas terhadap kebudayaan Batak. Di dalam aksara dan bahasa tersimpan nilai-nilai kehidupan, pola pikir, serta kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur. Generasi muda yang mengenal aksara Batak diharapkan tidak hanya mampu membaca dan menulisnya, tetapi juga semakin memahami makna budaya yang terkandung di balik setiap warisan tersebut. Dengan demikian, aksara tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu, melainkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat identitas budaya di tengah perubahan zaman.

Dalam era digital seperti sekarang, upaya pelestarian aksara Batak menghadapi tantangan sekaligus peluang. Marno menekankan pentingnya menghadirkan pembelajaran aksara Batak dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda, termasuk melalui pendidikan, kegiatan literasi, komunitas budaya, serta pemanfaatan teknologi digital. Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya tidak membuat generasi muda meninggalkan aksara daerah, tetapi justru dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan mengembangkan aksara Batak agar semakin mudah dipelajari dan dikenal masyarakat luas.

Dari perbincangan tersebut dapat dipetik pesan bahwa mengetahui aksara Batak berarti membuka jalan untuk mengenal lebih dalam bahasa, sejarah, dan jati diri budaya Batak. Pelestarian aksara menjadi tanggung jawab bersama agar warisan leluhur tersebut tidak terputus di tengah perkembangan zaman. Kehadiran BATAK CENTER melalui bidang Bahasa, Aksara dan Literasi menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga kesinambungan warisan tersebut. Melalui ruang dialog budaya seperti Apresiasi Budaya Batak Pro 4 RRI Jakarta, pengetahuan tentang aksara Batak dapat terus disebarluaskan, sehingga generasi muda tidak hanya bangga terhadap identitas Batak, tetapi juga memiliki kemampuan untuk membaca dan memahami warisan budaya yang ditinggalkan para leluhurnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....