Urban Spiritual Indonesia & Tempo Grup Ajak Kesadaran Harmoni Batin
- 01 Agt 2026 01:59 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Dr. Turita Indah Setyani menjelaskan bahwa meskipun istilah Buck Moon tidak dikenal dalam tradisi Jawa, maknanya dapat dipadukan secara simbolis dengan nilai-nilai spiritual Jawa tanpa mencampurkan keduanya sebagai tradisi yang sama.
RRI.CO.ID, Jakarta - Urban Spiritual Indonesia bersama awak Tempo Media menggelar Meditasi Bulan Purnama di kantor Tempo, Palmerah, Jakarta, Rabu 29 Juli 2026. Kegiatan yang dipimpin Pamomong Urban Spiritual Indonesia sekaligus pakar kebudayaan dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Dr. Turita Indah Setyani, diikuti puluhan awak redaksi dan karyawan Tempo Media Group. Meditasi ini menjadi ruang refleksi untuk memperkuat ketenangan batin di tengah dinamika dunia kerja yang semakin cepat dan penuh tantangan.
Momentum tersebut bertepatan dengan fenomena Buck Moon atau Bulan Purnama Rusa Jantan, yang dalam tradisi masyarakat adat Amerika Utara melambangkan metamorfosis, ketahanan, dan pertumbuhan. Buck Moon dimaknai sebagai masa ketika rusa jantan menumbuhkan kembali tanduk yang lebih kokoh, sebuah simbol kemampuan bangkit dari pengalaman masa lalu untuk membangun kapasitas diri yang lebih kuat. Memasuki paruh kedua tahun 2026, cahaya bulan purnama menjadi pengingat agar setiap individu kembali memusatkan perhatian pada visi, dedikasi, dan kerja sama yang harmonis dalam mencapai tujuan bersama.

Dalam pemaparannya, Dr. Turita Indah Setyani menjelaskan bahwa meskipun istilah Buck Moon tidak dikenal dalam tradisi Jawa, maknanya dapat dipadukan secara simbolis dengan nilai-nilai spiritual Jawa tanpa mencampurkan keduanya sebagai tradisi yang sama. Menurutnya, bulan purnama dalam spiritualitas Jawa merupakan lambang kasampurnan (kesempurnaan hidup), pepadhang (cahaya kesadaran), serta harmoni hubungan manusia dengan sesama, alam, dan Tuhan. Nilai-nilai tersebut selaras dengan konsep tuwuh (bertumbuh), suwung (melepas ego), dan manunggaling rasa sebagai jalan menuju keseimbangan lahir dan batin.
Baca Juga: Menjaga Tradisi, Melalui Dialog Budaya antara Swara SeadaNya dan Pakualaman
Baca Juga: Jejak Maestro Menguatkan Langkah Penari Muda Depok

"Kasampurnaning urip dilambangkan oleh bulan yang bulat penuh sebagai perjalanan manusia menuju keseimbangan raga, pikiran, hati, dan kedekatan dengan Tuhan. Sementara pepadhang mengajarkan bahwa kebijaksanaan lahir dari batin yang tenang, sedangkan manunggaling rasa mengajak manusia hidup selaras dengan diri sendiri, sesama, alam, dan Gusti," ujar Dr. Turita. Ia menambahkan bahwa Buck Moon dapat dimaknai sebagai momentum pertumbuhan batin, pembaruan diri, serta penguatan kebijaksanaan, kerendahan hati, dan welas asih dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Asnizarti, Bundo Kanduang yang Menjaga Minang di Sydney
Baca Juga: Menghidupkan Kembali Masjid sebagai Pusat Belajar
Melalui praktik meditasi dan kontemplasi pada malam purnama, peserta diajak untuk melihat ke dalam diri secara jujur: apakah kesempatan hidup telah dimanfaatkan untuk terus bertumbuh, apakah ego telah mampu diredam, dan apakah manusia telah menyadari dirinya sebagai bagian yang menyatu dengan alam semesta, bukan penguasanya. Urban Spiritual Indonesia berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang refleksi yang memperkuat keseimbangan batin sekaligus menumbuhkan semangat berkarya dengan kesadaran, ketangguhan, dan harmoni di tengah kehidupan modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....