Geliat Seni Patung Masa Kini: Wajah Baru Regenerasi Kreatif di Jakarta

  • 29 Jul 2026 10:27 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Siapa bilang seni patung cuma soal patung batu yang diam kaku di museum? Dunia seni tiga dimensi atau trimatra kini makin seru dan relatable buat anak muda lewat sentuhan pop kultur, seperti art toys hingga figurin koleksi. Dalam siaran Obrolan Komunitas di Radio RRI Pro 4 Jakarta pada Rabu (29/7/2026), Mpok Tiara Adinda mengupas tuntas dinamika ini bersama Cyca Leonita, Ketua Asosiasi Pematung Indonesia (API) Jakarta sekaligus pendiri Komunitas Serikat Muda Trimatra (SMT).

"Banyak sekali anak muda yang fokus berkecimpung di dunia seni tiga dimensi. Sekarang perkenalan bahan makin luas dan eksplorasi karya bisa berawal dari seni dua dimensi lalu berkembang ke art toys, art merchandise, hingga patung-patung kecil," ujar Cyca Leonita dalam obrolan hangat tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa karya tiga dimensi masa kini makin berkembang ke arah kolaborasi lintas disiplin. "Seni tiga dimensi bukan cuma karya monumental, tapi juga bisa jadi affordable art yang mudah dijangkau masyarakat luas. Saya bahkan membuat karakter bernama Maxi dari bahan resin yang bisa dikoleksi serta berkolaborasi dengan brand, musisi, hingga proyek film," jelas pematung yang akrab disapa Mpo Cica ini.

Regenerasi menjadi alasan utama Mpo Cica mendirikan Serikat Muda Trimatra. Lewat wadah ini, ia ingin merangkul generasi muda dari berbagai latar belakang—mulai dari pelajar, ilustrator, hingga antropolog—agar tidak canggung mengeksplorasi seni tiga dimensi.

Langkah ini juga menjadi jembatan antara para pematung senior di API Jakarta dengan generasi penerus. Melalui pameran rutin dan program mentoring, para pemula bisa belajar langsung dari praktisi senior demi menjaga keberlanjutan seni patung di tanah air.

Geliat kreatif ini membuktikan bahwa seni patung Jakarta terus berevolusi dan tetap relevan dengan tren zaman. Dengan terbukanya ruang kolaborasi bagi siapa saja, seni trimatra kini bukan lagi milik segelintir orang, melainkan wadah ekspresi yang makin hidup dan inklusif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....