Menghidupkan Tradisi Wayang lewat Musikal Modern

  • 19 Agt 2026 06:01 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Menghidupkan Tradisi Wayang lewat Musikal Modern

RRI.CO.ID, Jakarta - Seni pertunjukan tradisional wayang terus berubah dan mengikuti denyut zaman tanpa kehilangan ruh kebudayaan yang menjadi akar nilai sejarahnya. Langkah ini diwujudkan melalui pengemasan Drama Wayang Kijang Kencana, sebuah karya panggung musikal berbasis tradisi yang menyasar audiens generasi muda. Hal tersebut disampaikan oleh Sutradara sekaligus Penulis Naskah Kijang Kencana, Irwan Riyadi, saat menjadi narasumber dalam program Obrolan Komunitas RRI Pro 4 Jakarta pada Kamis 13 Agustus 2026. Melalui inovasi ini, pementasan wayang orang ditransformasikan menjadi pertunjukan modern yang lebih relevan dan dinamis bagi publik luas.

Irwan menerangkan bahwa Drama Wayang Kijang Kencana merupakan evolusi kreatif dari seni wayang orang yang telah lama memadukan seni tari, musik, dan tembang. Pendekatan ini sengaja dihadirkan guna mengikis citra wayang sebagai kesenian yang membosankan. “Di sini kami menawarkan sebuah tawaran baru dalam menikmati cerita wayang melalui garapan drama wayang ini agar semua orang, baik tua, muda, anak-anak itu bisa menikmati,” ujar Irwan. Ia menegaskan bahwa narasi klasik Ramayana dipoles agar penonton dari berbagai latar belakang dapat terhubung secara emosional dengan pertunjukan tersebut.

Lebih jauh, pengangkatan kisah Kijang Kencana bertujuan untuk menggali dimensi kemanusiaan yang lebih dalam dari lakon wayang tradisional. "Selalu bahwa cerita wayang adalah bicara nilai kemanusiaan. Saya ingin mengangkat bahwa Kijang Kencana ini menjadi bagian kita dalam mengedukasi para penonton,” katanya. Pendekatan ini memberi warna baru dalam pementasan, di mana unsur visual bayangan wayang kulit disandingkan dengan tata panggung modern serta komposisi musik kolaboratif Nusantara.

Proses produksi karya megah ini membutuhkan persiapan matang selama berbulan-bulan, mencakup audisi intensif hingga pelatihan vokal dan koreografi bagi para pemain sanggar. Irwan yakin bahwa keberanian berinovasi merupakan prasyarat mutlak agar warisan budaya lokal tetap berdaya saing di tengah gempuran tren hiburan global. “Tradisi tidak pernah mati. Dia akan bergerak, berjalan sesuai dengan perkembangan zaman,” tuturnya meyakinkan.

Masyarakat dapat menyaksikan keindahan pertunjukan Drama Wayang Kijang Kencana di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, pada Minggu 13 September 2026. Gelaran ini dilaksanakan dalam dua sesi pementasan, yakni pukul 15.00 WIB dan 19.00 WIB, dengan pemesanan tiket yang diakses melalui kanal Swargaloka Art. Kehadiran lakon musikal ini diharapkan mampu menjembatani keagungan tradisi Nusantara dengan selera seni generasi masa kini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....