Menelusuri Spirit Sutasoma di Borobudur untuk Penciptaan Karya Budaya Nusantara

  • 25 Jun 2026 18:27 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Memahami Sutasoma memerlukan kajian yang mendalam karena terdapat beberapa sumber cerita yang berbeda namun saling berkaitan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Tim peneliti dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) bersama kelompok musik Swara SeadaNya melakukan riset budaya di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu 24 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pendalaman kajian terhadap Kakawin Sutasoma yang akan menjadi sumber utama dalam pementasan karya Swara SeadaNya pada September 2026 mendatang.

Rombongan yang dipimpin oleh Dr. Turita Indah Setyani tersebut terdiri dari para peneliti kebudayaan Jawa, filolog, serta seniman musik. Mereka mengikuti acara “Sarasehan Borobudur: Membangkitkan Spirit Sutasoma dalam Kancah Indonesia Masa Kini” yang menghadirkan pencetus Wayang Jataka, Bambang Eka Prasetya atau Bambang BEP. Kegiatan ini difasilitasi oleh pegiat budaya Kampung Dolanan Borobudur, Abbet Nugroho, serta mendapat dukungan dari budayawan nasional Dr. Ngatawi Al Zastrouw.

(Foto : Humas Swara SeadaNya)

Dalam sarasehan tersebut, para peserta mendalami hubungan antara Kakawin Sutasoma dan Wayang Jataka. Wayang Jataka merupakan bentuk pertunjukan yang mengangkat kisah-kisah kebajikan Buddhis yang terukir pada relief Candi Borobudur. Berbeda dengan wayang purwa yang bersumber dari Mahabharata dan Ramayana, Wayang Jataka menampilkan nilai-nilai moral dari kisah Jataka, termasuk kisah Sutasoma yang memiliki jejak kuat dalam tradisi budaya Nusantara.

Bambang BEP menjelaskan bahwa memahami Sutasoma memerlukan kajian yang mendalam karena terdapat beberapa sumber cerita yang berbeda namun saling berkaitan. Menurutnya, pemahaman yang utuh terhadap berbagai versi kisah tersebut penting agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami secara menyeluruh dan relevan dengan konteks kehidupan masa kini.

(Foto: Humas Swara SeadaNya)

Riset ini juga menjadi bagian dari pengembangan karya kreatif berbasis warisan budaya Indonesia. Berbagai komunitas dan lembaga turut mendukung kegiatan tersebut, di antaranya Forum Penggerak Kebangsaan, Kampoeng Dolanan Nusantara, Ki Sodong, Rumah Budaya Borobudur, Villa Hening Senja, dan Komoenitas Makara. Melalui kolaborasi antara akademisi, seniman, dan pegiat budaya, semangat Sutasoma diharapkan dapat terus hidup dan menginspirasi generasi masa kini melalui karya seni yang inovatif dan berakar pada tradisi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....