Jadikan Generasi Sunda Cinta Budayanya Sendiri

  • 12 Mei 2026 01:46 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID.Jakarta - Generasi muda Sunda dinilai perlu kembali diperkenalkan secara mendalam kepada akar budayanya sendiri di tengah derasnya arus modernisasi dan budaya digital yang semakin mendominasi kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Budayawan sekaligus Maestro Wayang Bambu Bogor, Ki Drajat Iskandar, saat menjadi narasumber melalui sambungan telepon dalam acara Apresiasi Budaya Sunda Pro 4 RRI Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026, yang dipandu host Grup Apdaun.

Dalam perbincangan hangat tersebut, Ki Drajat menegaskan bahwa budaya Sunda bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas hidup yang harus terus dijaga, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi penerus agar tidak kehilangan jati diri di tengah perkembangan zaman.

Menurut Ki Drajat Iskandar, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah semakin jauhnya anak muda dari kesenian tradisional Sunda, mulai dari wayang golek, kaulinan barudak, pupuh, hingga seni musik bambu yang dahulu sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Ia menyebut banyak generasi muda lebih mengenal budaya luar dibandingkan budaya daerahnya sendiri. Padahal, di dalam budaya Sunda terkandung nilai-nilai kehidupan yang luhur seperti silih asih, silih asah, dan silih asuh yang sangat relevan untuk membangun karakter generasi masa kini.

Ia menilai kecintaan terhadap budaya harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga ruang publik yang memberi kesempatan bagi anak muda untuk mengenal dan mencintai budayanya secara alami.

Ki Drajat juga menyoroti pentingnya peran media dan komunitas seni dalam menjaga eksistensi budaya Sunda agar tetap menarik bagi kalangan muda. Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan lewat seremoni atau pertunjukan formal, tetapi harus hadir dalam kehidupan sehari-hari dan mengikuti perkembangan teknologi. Ia mengaku optimistis budaya Sunda tetap bisa bertahan apabila para pelaku seni mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai tradisi yang asli.

Wayang bambu yang selama ini ia tekuni, misalnya, menjadi salah satu upaya kreatif untuk menghadirkan pertunjukan tradisional dengan nuansa yang lebih dekat dan komunikatif bagi generasi muda.

Dalam dialog tersebut, Ki Drajat Iskandar juga mengajak pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta para orang tua untuk lebih serius memberikan ruang kepada pendidikan budaya lokal. Ia berharap kesenian daerah tidak hanya dijadikan pelengkap acara seremonial, tetapi benar-benar menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter anak-anak Indonesia.

Menurutnya, ketika generasi muda mengenal budayanya sendiri, mereka akan memiliki rasa bangga, rasa memiliki, sekaligus rasa tanggung jawab untuk menjaganya. Ia menilai bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghormati dan mempertahankan akar budayanya di tengah kemajuan global.

Acara Apresiasi Budaya Sunda Pro 4 RRI Jakarta berlangsung penuh kehangatan dan mendapat perhatian dari para pendengar yang turut memberikan tanggapan mengenai pentingnya menjaga budaya daerah. Dipandu santai namun komunikatif oleh host Grup Apdaun, perbincangan bersama Ki Drajat Iskandar menjadi pengingat bahwa budaya Sunda bukan hanya milik masa lalu, melainkan kekayaan bangsa yang harus terus hidup di hati generasi muda.

Melalui upaya bersama antara seniman, media, masyarakat, dan pemerintah, harapan untuk menjadikan generasi Sunda cinta terhadap budayanya sendiri diyakini masih sangat mungkin terwujud di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....