Kebangkitan Budaya Sunda Perkuat Daya Tarik Pariwisata Indonesia

  • 20 Jul 2026 11:16 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Kebangkitan budaya Sunda dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya tarik pariwisata budaya di Indonesia. Hal itu disampaikan Dosen Pascasarjana Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Wawan Gunawan, saat menjadi narasumber melalui sambungan telepon dalam program siaran radio Apresiasi Budaya Sunda di Pro 4 RRI Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut Wawan, kekayaan budaya Jawa Barat memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan yang kini semakin mencari pengalaman autentik saat berkunjung ke suatu daerah. Seni pertunjukan, musik tradisional, tari, kuliner, kerajinan, hingga tradisi masyarakat menjadi bagian dari identitas yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

"Saat ini wisatawan tidak hanya mencari tempat yang indah, tetapi juga pengalaman budaya yang memiliki nilai dan cerita. Budaya Sunda memiliki kekuatan itu," ujar Wawan.

Ia mengatakan pelestarian budaya perlu diikuti dengan inovasi agar tetap relevan bagi masyarakat dan wisatawan. Pengemasan atraksi budaya juga perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi tanpa menghilangkan nilai tradisi yang menjadi ciri khasnya.

Menurutnya, berbagai kesenian seperti angklung, jaipongan, wayang golek, calung, dan berbagai ritual adat dapat dipadukan dengan teknologi digital serta kreativitas generasi muda. Pendekatan tersebut dinilai mampu memperluas jangkauan promosi sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif.

"Budaya tidak cukup hanya dilestarikan, tetapi juga harus dikembangkan melalui inovasi sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan tetap menarik bagi wisatawan," ucapnya.

Wawan juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, akademisi, pelaku industri pariwisata, komunitas seni, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pariwisata budaya yang berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan sebuah destinasi tidak hanya bergantung pada keindahan alam, tetapi juga kualitas atraksi budaya serta keterlibatan masyarakat setempat.

Ia menambahkan, pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengelola destinasi wisata berbasis budaya secara profesional. Melalui pendidikan, riset terapan, dan pemberdayaan masyarakat, pengembangan destinasi diharapkan memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian budaya.

Wawan mengajak generasi muda untuk mengambil peran dalam melestarikan budaya Jawa Barat melalui berbagai media kreatif. Menurutnya, festival budaya, pertunjukan seni, hingga konten digital dapat menjadi sarana memperkenalkan budaya Sunda kepada masyarakat nasional maupun internasional.

"Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku kreatif yang mampu mempromosikan budaya lokal hingga dikenal lebih luas," kata Wawan.

Di akhir dialog, Wawan optimistis budaya Sunda akan semakin memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan nasional apabila terus dikembangkan melalui pendidikan, inovasi, dan kolaborasi. Program Apresiasi Budaya Sunda di Pro 4 RRI Jakarta juga dinilai menjadi ruang edukasi yang mendukung upaya pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan potensinya kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....