Pendidikan Karakter Batak Perkuat Prestasi Anak Berbasis Budaya Keluarga
- 21 Jul 2026 14:18 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Pendidikan karakter yang berpijak pada nilai budaya dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi Batak yang berprestasi sekaligus tetap menjaga identitas budaya. Gagasan tersebut mengemuka dalam program Apresiasi Budaya Batak yang disiarkan Pro 4 RRI Jakarta pada Senin, 20 Juli 2026, dengan menghadirkan Sihar Togar Reinhard Tampubolon, Anggota Intelektual Think Tank Bafak Center, bersama putranya, Wiliam Mulia Nathanael Tampubolon.
Dialog yang dipandu penyiar Dermawan Ismail mengangkat tema "Mendidik Anak Batak agar Berprestasi tanpa Meninggalkan Budayanya". Tema tersebut menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi.
Sihar mengatakan keberhasilan seorang anak tidak hanya diukur melalui prestasi akademik maupun pencapaian di bidang olahraga. Menurutnya, kemampuan menjaga nilai budaya dan karakter menjadi bekal penting agar anak mampu berkembang tanpa kehilangan jati diri.
"Pendidikan dalam keluarga harus menanamkan semangat bekerja keras, menghormati orang tua, menjunjung tinggi kejujuran, serta menjaga persaudaraan melalui nilai Dalihan Na Tolu," ujar Sihar.
Ia menilai budaya Batak bukan menjadi penghambat kemajuan, melainkan landasan yang memperkuat karakter generasi muda. Dengan karakter yang kuat, anak dinilai akan lebih siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional tanpa meninggalkan identitas budayanya.
Sementara itu, Wiliam Mulia Nathanael Tampubolon membagikan pengalamannya sebagai atlet karate yang terus mendapat dukungan keluarga. Ia mengatakan disiplin, ketekunan, dan sikap saling menghormati yang diterapkan dalam latihan sejalan dengan nilai budaya Batak yang ditanamkan sejak kecil.
| Baca juga: Mengapa Perahu Naga Berlomba Setiap Tahun? |
"Saya selalu didorong untuk berlatih dengan sungguh-sungguh, tetap rendah hati ketika meraih kemenangan, dan tidak melupakan asal-usul maupun budaya yang membentuk saya," ucap Wiliam.
Dalam kesempatan itu, Sihar juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua dalam mengenalkan budaya kepada anak. Karena itu, keluarga didorong membangun keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dengan pengenalan budaya melalui penggunaan bahasa Batak, keterlibatan dalam kegiatan adat, seni, dan musik tradisional.
Menurutnya, anak yang memahami akar budayanya akan memiliki rasa percaya diri yang lebih kuat dalam menghadapi perubahan zaman. Ia menambahkan pelestarian budaya sebaiknya dimulai dari lingkungan keluarga sebagai tempat pertama anak memperoleh pendidikan karakter.
Melalui siaran Apresiasi Budaya Batak, kedua narasumber menegaskan bahwa prestasi dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan. Pendidikan modern, dukungan keluarga, pembinaan karakter, dan penguatan budaya dinilai menjadi bekal untuk melahirkan generasi Batak yang berintegritas dan mampu berkontribusi bagi bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....