Kebangkitan Kristus Dinilai Hidup dalam Budaya Batak

  • 10 Mei 2026 01:52 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Kebangkitan Kristus tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa iman bagi umat Kristiani, tetapi juga menjadi sumber nilai budaya dalam kehidupan masyarakat Batak. Hal itu disampaikan Pendeta Marihot Siahaan dalam program siaran radio Apresiasi Budaya Batak di 92,8 FM Pro4 RRI Jakarta pada Senin, 11 Mei 2026.

Dalam siaran itu, pendeta Marihot Siahaan mengatakan, semangat kebangkitan Kristus sangat dekat dengan karakter masyarakat Batak yang dikenal tangguh dan pekerja keras. Ia menilai nilai kebangkitan juga tercermin dalam solidaritas sosial masyarakat Batak yang tetap kuat di tengah perkembangan zaman.

“Kebangkitan Kristus memberi makna bahwa hidup harus terus diperjuangkan dengan iman, pengharapan, dan kasih. Semangat itu juga ada dalam budaya Batak yang mengajarkan keteguhan hati dan persaudaraan,” ujar Marihot melalui sambungan telepon.

Dalam dialog yang dipandu host Noel tersebut, Marihot menjelaskan bahwa masyarakat Batak sejak dahulu mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan tanpa meninggalkan identitas budayanya. Menurutnya, kemenangan atas penderitaan dan hadirnya harapan baru menjadi pesan utama dari kebangkitan Kristus.

Ia juga menyoroti eratnya hubungan antara gereja dan adat dalam kehidupan masyarakat Batak. Tradisi gotong royong, penghormatan kepada orang tua, serta kebiasaan berkumpul dalam acara adat disebut sebagai bentuk nyata pengamalan nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari.

“Budaya Batak memiliki kekuatan moral yang mampu menjaga harmoni sosial di tengah arus modernisasi yang semakin cepat,” ucapnya. Ia menambahkan, nilai budaya harus tetap dijaga agar tidak hilang di tengah perkembangan teknologi digital.

Dalam kesempatan itu, host Noel juga menyinggung tantangan generasi muda Batak yang mulai jauh dari akar budaya mereka. Menanggapi hal tersebut, Marihot mengajak anak muda Batak untuk tetap mempelajari adat, bahasa, dan nilai luhur warisan leluhur.

“Anak muda Batak harus bangkit bukan hanya secara ekonomi dan pendidikan, tetapi juga dalam kesadaran budaya. Jangan sampai modern, tetapi kehilangan jati diri,” kata Marihot.

Di penghujung acara, Marihot menekankan pentingnya budaya sebagai perekat persatuan bangsa Indonesia. Ia berharap nilai kekeluargaan, penghormatan terhadap sesama, dan semangat melayani dalam budaya Batak dapat terus diwariskan lintas generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....