Mengenal Musium Prof Dr.R Soegarda Poerbakawatja Kabupaten Purbalingga
- 21 Sep 2026 06:17 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID.Jakarta - Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja Kabupaten Purbalingga menjadi salah satu ruang penting untuk mengenal perjalanan sejarah, budaya, serta identitas masyarakat Purbalingga. Keberadaan museum ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar semakin dekat dengan warisan budaya daerah. Hal tersebut mengemuka dalam acara Apresiasi Budaya Banyumas di Pro 4 RRI Jakarta, Jumat, 18 September 2026.
Apresiasi Budaya Banyumas ini menghadirkan Wasis Andri Wibowo, S.Pd., Kabid Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, serta Resti Wulandari, TACB Kabupaten Purbalingga sekaligus Juri Arkeolog Cilik 2026, melalui sambungan telepon. Perbincangan dipandu oleh host Noel.
Menurut Wasis Andri Wibowo, museum memiliki peran strategis dalam memperkenalkan sejarah lokal kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja dapat menjadi jembatan yang menghubungkan generasi sekarang dengan berbagai peristiwa dan peninggalan masa lalu yang membentuk karakter Purbalingga. Dengan melihat dan memahami koleksi yang tersimpan di dalamnya, masyarakat tidak sekadar mengetahui benda-benda bersejarah, tetapi juga dapat memahami nilai, perjuangan, kreativitas, dan kehidupan masyarakat pada masa lampau. Karena itu, museum perlu terus dihidupkan sebagai ruang pembelajaran yang menarik dan relevan dengan perkembangan zaman.
Sementara itu, Resti Wulandari menyoroti pentingnya mengenalkan arkeologi dan warisan budaya kepada anak-anak sejak usia dini. Menurutnya, kegiatan seperti Arkeolog Cilik 2026 dapat menjadi media untuk menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kepedulian generasi muda terhadap peninggalan sejarah. Anak-anak diajak untuk melihat bahwa benda dan situs bersejarah bukan sekadar sesuatu yang kuno, melainkan bagian dari identitas yang memiliki cerita dan nilai penting bagi kehidupan masyarakat sekarang. Pendekatan edukatif seperti ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya mengenal sejarah, tetapi juga memiliki kesadaran untuk ikut menjaga dan melestarikannya.
Keberadaan Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja juga menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak dapat dilepaskan dari pendidikan. Museum dapat menjadi ruang pertemuan antara sejarah, pendidikan, arkeologi, dan kebudayaan sehingga masyarakat memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata. Kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kebudayaan, komunitas, sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi penting agar museum semakin dikenal dan dimanfaatkan. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup generasi muda, pengemasan informasi museum secara kreatif dan komunikatif juga menjadi tantangan sekaligus peluang untuk membuat sejarah lokal semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Perbincangan dalam Apresiasi Budaya Banyumas Pro 4 RRI Jakarta tersebut pada akhirnya menegaskan bahwa museum bukan sekadar tempat menyimpan masa lalu, melainkan ruang untuk memahami masa lalu dan mengambil nilai-nilainya bagi masa depan. Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja menjadi salah satu pintu bagi masyarakat untuk mengenal kekayaan sejarah dan budaya Purbalingga secara lebih dekat. Melalui pandangan Wasis Andri Wibowo dan Resti Wulandari, serta dipandu host Noel, masyarakat diajak melihat pentingnya menjadikan museum sebagai sumber pengetahuan sekaligus ruang tumbuhnya kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan kebudayaan Banyumas, khususnya Purbalingga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....