Wayang Sebagai Pendidikan Karakter Generasi Penerus Bangsa

  • 06 Mei 2026 01:16 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID,Jakarta - Wayang kembali ditegaskan sebagai media strategis dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Hal itu disampaikan oleh Dr. Cahya Hedy, S.Sn., M.Hum., Dekan Fakultas Budaya dan Media ISBI Bandung, saat menjadi narasumber melalui sambungan telepon dalam acara Apresiasi Budaya Sunda di Pro 4 RRI Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.

Dalam perbincangan yang dipandu host Kang Atep Gunawan dan Teh Sri Wilarsih, ia menekankan bahwa wayang bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan yang sarat nilai moral, etika, dan filosofi kehidupan.

Menurut Dr. Cahya Hedy, seni pedalangan menyimpan ajaran karakter yang sangat relevan dengan tantangan zaman modern. Tokoh-tokoh dalam pewayangan seperti Bima, Arjuna, hingga Semar merepresentasikan nilai kejujuran, keberanian, kesederhanaan, dan kebijaksanaan.

“Wayang mengajarkan keseimbangan antara cipta, rasa, dan karsa. Ini menjadi fondasi penting dalam membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual,” ujarnya.

Sebagai dosen tetap di Prodi Antropologi Budaya sekaligus peneliti seni budaya, ia juga menyoroti pentingnya adaptasi wayang agar tetap dekat dengan generasi muda. Inovasi dalam bentuk pementasan, pemanfaatan media digital, hingga integrasi dalam kurikulum pendidikan dinilai menjadi langkah strategis.

Ia menilai, pendekatan kontekstual yang mengaitkan nilai-nilai wayang dengan realitas kehidupan sehari-hari akan membuat generasi muda lebih mudah memahami dan menginternalisasikan pesan yang disampaikan.

Dalam dialog tersebut, Dr. Cahya Hedy juga menyinggung peran keluarga dan lembaga pendidikan dalam melestarikan sekaligus memanfaatkan wayang sebagai sarana pendidikan karakter. Ia menekankan bahwa pengenalan budaya lokal sejak dini akan memperkuat identitas bangsa di tengah arus globalisasi.

“Ketika anak-anak mengenal wayang, mereka tidak hanya belajar cerita, tetapi juga belajar tentang jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” tambahnya.

Menutup perbincangan, ia berharap kolaborasi antara seniman, akademisi, dan media terus diperkuat untuk menghidupkan kembali minat terhadap wayang di kalangan generasi muda. Program seperti Apresiasi Budaya Sunda di RRI dinilai menjadi ruang penting untuk edukasi publik.

Dengan pengemasan yang menarik dan relevan, wayang diyakini tetap memiliki tempat sebagai sarana efektif dalam membangun karakter generasi penerus bangsa di era modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....