Kualitas Relationship Bagi generasi Muda Batak di Era Medsos
- 14 Apr 2026 17:15 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Generasi muda Batak di era media sosial menghadapi tantangan baru dalam menjaga kualitas hubungan atau relationship, baik dalam lingkup pertemanan, keluarga, maupun percintaan. Hal ini menjadi sorotan dalam acara Apresiasi Budaya Batak yang disiarkan di Pro 4 RRI Jakarta pada Senin, 13 April 2026.
Dalam kesempatan tersebut, narasumber Rikardo Marbun, S.IP. yang menjabat sebagai Sekretaris Departemen Adat Istiadat dan Puak-Puak Batak Center, hadir memberikan pandangan mendalam didampingi oleh host Dermawan Ismail.
Rikardo Marbun menyoroti bahwa perkembangan media sosial telah membawa perubahan signifikan dalam cara generasi muda Batak membangun dan memelihara hubungan. Jika dahulu interaksi lebih banyak terjadi secara langsung dengan mengedepankan nilai-nilai adat seperti Dalihan Na Tolu, kini komunikasi cenderung lebih instan dan virtual.
Menurutnya, kemudahan ini seringkali mengurangi kedalaman emosional dalam relasi, karena interaksi tidak lagi dilandasi oleh kedekatan fisik dan keterlibatan budaya yang kuat.
Lebih lanjut, Rikardo menjelaskan bahwa nilai-nilai kekerabatan dalam budaya Batak sebenarnya memiliki peran penting dalam menjaga kualitas hubungan. Ia menegaskan bahwa generasi muda perlu kembali memahami makna penghormatan terhadap keluarga, marga, dan struktur sosial yang telah diwariskan.
“Media sosial bukanlah musuh, tetapi harus digunakan secara bijak agar tidak menggerus identitas dan nilai budaya kita,” ujarnya dalam diskusi tersebut.
Host Dermawan Ismail juga mengajak pendengar untuk merefleksikan bagaimana media sosial dapat menjadi sarana positif dalam mempererat hubungan jika dimanfaatkan dengan tepat.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kehidupan digital dan interaksi nyata, terutama dalam konteks budaya Batak yang menjunjung tinggi kebersamaan dan gotong royong. Diskusi berlangsung hangat dengan berbagai contoh kasus yang relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini.
Acara ini diharapkan dapat membuka wawasan generasi muda Batak untuk lebih sadar dalam membangun hubungan yang berkualitas di tengah derasnya arus digitalisasi.
Dengan mengintegrasikan nilai-nilai adat dan pemanfaatan teknologi secara bijak, generasi muda tidak hanya mampu menjaga identitas budaya, tetapi juga menciptakan relasi yang lebih bermakna dan berkelanjutan di era modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....