Masyarakat Minim Literasi Membaca, Tantangan Besar bagi Indonesia
- 08 Apr 2026 13:41 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam hal literasi membaca. Rendahnya minat baca di kalangan masyarakat menjadi perhatian serius, terutama di era digital yang serba cepat. Banyak orang lebih memilih mengakses informasi singkat melalui media sosial dibandingkan membaca buku secara mendalam.
Dilansir dari laman resmi media komdigi.go.id pada Rabu 8 April 2026, UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%.
Kondisi ini tidak lepas dari berbagai faktor, seperti kurangnya akses terhadap bahan bacaan berkualitas, minimnya fasilitas perpustakaan, serta rendahnya kebiasaan membaca sejak dini. Di beberapa daerah, buku masih dianggap sebagai barang mewah yang sulit dijangkau.
Selain itu, budaya membaca belum sepenuhnya tertanam dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang menganggap membaca bukan sebagai kebutuhan, melainkan sekadar aktivitas tambahan.
Perkembangan teknologi juga membawa dampak tersendiri. Kehadiran media sosial dan platform digital membuat masyarakat lebih tertarik pada informasi instan yang cepat dikonsumsi. Akibatnya, kemampuan membaca secara mendalam dan kritis menjadi berkurang
Ironisnya, meski minat baca buku rendah tapi data wearesocial per Januari 2017 mengungkap orang Indonesia bisa menatap layar gadget kurang lebih 9 jam sehari. Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang.
Para pegiat literasi terus berupaya meningkatkan minat baca melalui berbagai cara, seperti mendirikan taman bacaan, mengadakan kampanye membaca, hingga memanfaatkan platform digital sebagai sarana edukasi yang lebih menarik.
Peran keluarga dan sekolah juga sangat penting dalam menumbuhkan budaya membaca. Membiasakan anak membaca sejak usia dini diyakini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta memperluas wawasan mereka.
Meski tantangan masih besar, harapan untuk meningkatkan literasi di Indonesia tetap ada. Dengan kerja sama berbagai pihak, budaya membaca dapat kembali tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. (Trisna Mutia Tihara – Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....