Paradigma Baru Memahami Kebudayaan Kuno Indonesia

  • 30 Mar 2026 19:28 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID - Jakarta: Istilah Budaya Kawi kini menjadi bahasan menarik dalam dunia akademik untuk memahami sejarah kebudayaan kuno di Indonesia secara lebih luas. Budaya Kawi bukan sekadar tentang bahasa para penyair atau aksara pra-Islam, melainkan sebuah dunia budaya yang saling bertaut satu sama lain.

Melalui paradigma baru ini, para peneliti mencoba meretas batasan label modern agar masyarakat bisa melihat karya sastra dan teks kuno dengan cara yang lebih segar. Penjelasan mendalam mengenai hal ini akan dikupas tuntas dalam acara Seri Diskusi Budaya Kawi edisi pertama yang sangat dinantikan.

"Istilah Kawi berasal dari kata Sanskerta 'kavi' yang berarti penyair atau orang bijak, yang berfungsi sebagai perantara peradaban Sanskerta dengan bahasa daerah," ujar Dr. Wayan Jarrah Sastrawan selaku pembicara dari Australian National University.

Dalam rilis yang diterima, Senin 30 Maret 2026, dirinya menjelaskan bahwa Budaya Kawi melampaui sekadar bahasa puitis karena mencakup berbagai macam teks yang menjadi bukti sejarah peradaban kita di masa lalu. Fokus diskusi ini adalah bagaimana kita bisa memahami pola budaya masa pra-modern tanpa terjebak pada definisi bahasa yang sangat sempit.

Dr. Wayan Jarrah Sastrawan juga menambahkan, "Budaya Kawi merupakan istilah akademik baru yang berupaya meretas batas-batas label modern dalam memandang pola budaya masa lalu kita."

Menurutnya, pendekatan ini sangat penting agar generasi sekarang bisa menghargai warisan cendekiawan kuno sebagai sebuah identitas kebudayaan yang utuh.

Melalui penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Wacana edisi khusus, terlihat jelas bahwa kekayaan literasi kuno Indonesia memiliki pengaruh yang sangat besar. Pesan utama yang ingin disampaikan adalah pentingnya menjaga keterhubungan antara sejarah masa lalu dengan pemahaman kita di masa depan.

Diskusi menarik ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 31 Maret 2026, mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB secara daring. Masyarakat yang tertarik bisa bergabung melalui platform Zoom atau menyaksikan siaran langsungnya melalui kanal YouTube resmi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Acara ini diharapkan menjadi wadah edukasi bagi mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat umum yang ingin mengenal lebih jauh tentang Bahasa Jawa Kuno dan aksaranya. Kehadiran narasumber ahli dari universitas mancanegara memberikan bobot tersendiri bagi kualitas materi yang akan disampaikan dalam pertemuan perdana ini.

Akses publik yang dibuka luas ini bertujuan agar literasi mengenai sejarah kuno Indonesia semakin mudah dijangkau oleh siapa saja yang berminat. Jangan lewatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan para ahli dalam sesi tanya jawab yang akan disediakan selama acara berlangsung.

Mari kita dukung upaya pelestarian budaya ini agar kekayaan pemikiran para leluhur bangsa tetap abadi dan terus dipelajari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....