Menjaga Tradisi, Merias Masa Depan dengan Ketulusan

  • 19 Mar 2026 01:12 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Essy Ermi Yanti, perempuan kelahiran Padang, 31 Mei 1974, tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang dan dukungan terhadap pendidikan. Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, putri dari Cutasman dan Nurtati Ermi ini sejak kecil telah dibimbing dengan nilai-nilai ketekunan serta semangat untuk terus belajar. Latar belakang budaya Minangkabau yang kental, khususnya dari suku Guci, turut membentuk karakter Essy menjadi pribadi yang kuat dan berakar pada tradisi.

Ketertarikannya pada dunia rias pengantin muncul dari minat yang tumbuh sejak muda, yang kemudian ia tekuni dengan serius hingga menjadi profesi. Dukungan orang tua menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya. Dengan pendidikan terakhir S-1, Essy mampu mengembangkan kemampuannya hingga meraih prestasi, salah satunya sebagai Juara 2 dalam Lomba Katalia di Batam.

Dalam usaha WO yang di gelutinya, Essy mendapatkan dukungan penuh dari suami serta anak anak tercinta. Hal ini yang membuat iya lebih semangat terjun di dunia wedding organizer. (Foto : Essy)

Baca Juga: Rang Minang Merantau Dengan Integritas, Mengabdi untuk Negeri

“Saya selalu ingat pesan orang tua untuk terus semangat berjuang dan tidak mudah putus asa,” ujar Essy, disaat wawancara dalam acara Apresiasi Budaya Minangkabau, Rabu 18 Maret 2026, melalui sambungan telp.

Dalam perjalanannya, Essy aktif terlibat dalam berbagai proyek, termasuk pagelaran busana pengantin Minang di berbagai acara expo di Batam. Melalui karya-karyanya, ia tidak hanya menghadirkan keindahan riasan, tetapi juga mengangkat nilai-nilai budaya Minangkabau yang sarat makna. Dedikasinya dalam bidang ini menjadikannya bagian dari pelaku seni yang turut melestarikan tradisi melalui sentuhan modern yang elegan.

Essy pun mengangap team work adalah bagian dari keluarganya, yang menjadi bagian kesuksesan usaha yang iya geluti. Essy percaya WO yang iya komandoi sukses hasil kerja bersama. (Foto: Essy)

Ke depan, Essy berharap usaha Wedding Organizer yang ia jalani dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan pesan kepada khalayak, khususnya masyarakat Minang, agar tetap menjaga prinsip hidup “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.

“Melestarikan adat tidak berarti meninggalkan nilai-nilai agama, justru keduanya harus berjalan seiring dalam kehidupan kita,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....