Wayang Indonesia Menuju Panggung Budaya Dunia

  • 04 Mar 2026 02:36 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID.Jakarta - Perjalanan seni wayang Indonesia menuju ranah global menjadi topik utama dalam program Apresiasi Budaya Sunda di Pro 4 RRI Jakarta, Selasa 3 Maret 2026. Dalam dialog yang dipandu Atep Gunawan dan Teh Sri Wilarsih, praktisi seni Dr. Wawan Gunawan, S.Sn., M.M., memaparkan gagasan “Lintas Wayang Dunia” sebagai strategi memperluas kiprah wayang di panggung internasional.

Dr. Wawan menegaskan bahwa wayang bukan sekadar hiburan, melainkan media pendidikan nilai. Di dalamnya terkandung ajaran moral, filsafat hidup, dan refleksi identitas bangsa. Ia mengingatkan bahwa pengakuan UNESCO terhadap wayang sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia merupakan momentum penting, namun bukan tujuan akhir. Pengakuan tersebut, menurutnya, justru menjadi pintu untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia.

Wayang kulit, yang telah lama tampil di berbagai forum internasional, dinilai memiliki daya tarik universal melalui kisah epik Ramayana dan Mahabharata yang diadaptasi secara kontekstual. Kemampuan narasi tersebut untuk menyerap nilai lokal membuatnya relevan di berbagai latar budaya.

Dalam konteks Sunda, Dr. Wawan menyoroti potensi wayang golek. Karakter tiga dimensi, warna yang dinamis, serta dialog yang komunikatif dinilai memudahkan kolaborasi lintas negara. Sejumlah pertunjukan kolaboratif antara seniman Sunda dan mancanegara—yang memadukan musik tradisional dengan unsur kontemporer—menjadi contoh bahwa inovasi dapat dilakukan tanpa menghilangkan esensi tradisi.

Konsep “Lintas Wayang Dunia” yang ditawarkannya tidak berhenti pada pementasan di luar negeri. Ia mendorong terciptanya dialog kreatif antarbangsa melalui pertukaran dalang, lokakarya internasional, hingga pengembangan platform digital. Adaptasi teknologi seperti siaran daring dan animasi berbasis wayang dipandang sebagai langkah strategis agar generasi muda global dapat mengenal filosofi Nusantara dengan pendekatan yang sesuai perkembangan zaman.

Menutup perbincangan, Dr. Wawan mengajak pemerintah, komunitas seni, dan generasi muda untuk bersama menjaga keberlanjutan wayang melalui inovasi yang berakar pada tradisi. Wayang, tegasnya, adalah representasi kebudayaan Indonesia di mata dunia. Dengan pengelolaan yang visioner dan kolaboratif, seni pertunjukan ini berpotensi menjadi bahasa budaya yang melampaui batas geografis sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan seni global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....