Satu Rasa Keberagaman Harmoni di Tapanuli Selatan

  • 23 Feb 2026 22:26 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID.Jakarta - Semangat “Satu Rasa Keberagaman Harmoni di Tapanuli Selatan” menjadi sorotan dalam program Apresiasi Budaya Batak Pro 4 RRI Jakarta. Senin 23 Februari 2026.

Dalam perbincangan via telepon bersama host Dermawan Ismail, Wakil Ketua Umum BATAK CENTER, Syaiful Bahri Ritonga menegaskan, bahwa harmoni di tengah keberagaman masyarakat Tapanuli Selatan bukan sekadar slogan, melainkan realitas sosial yang terus dijaga. Ia menyampaikan, nilai persatuan itu tumbuh dari akar budaya dan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.

Menurut Syaiful, keberagaman di Tapanuli Selatan mencakup perbedaan suku, agama, dan latar belakang sosial yang hidup berdampingan secara damai. Ia menjelaskan bahwa budaya Dalihan Na Tolu menjadi fondasi utama dalam membangun relasi sosial yang saling menghormati. “Kami diajarkan untuk menghargai perbedaan sebagai kekuatan, bukan sebagai pemisah. Itulah yang membuat masyarakat Tapanuli Selatan tetap rukun,” ujarnya.

Dalam wawancara tersebut, Syaiful juga menyoroti peran tokoh adat, tokoh agama, dan generasi muda dalam merawat harmoni. Ia menilai, kolaborasi lintas elemen masyarakat menjadi kunci agar nilai budaya tetap relevan di tengah tantangan modernisasi. “Anak-anak muda harus bangga dengan identitasnya, tetapi juga terbuka terhadap keberagaman. Harmoni lahir dari kesadaran bersama,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa semangat kebersamaan ini perlu terus diperkuat melalui kegiatan budaya, dialog antarumat beragama, serta ruang-ruang apresiasi seni dan tradisi. Program siaran seperti Apresiasi Budaya Batak di Pro 4 RRI Jakarta dinilai menjadi medium penting untuk menyuarakan nilai persatuan tersebut ke khalayak luas. Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menjaga narasi positif tentang keberagaman.

Menutup perbincangan, Syaiful Bahri Ritonga berharap semangat “Satu Rasa Keberagaman Harmoni” dari Tapanuli Selatan dapat menjadi inspirasi nasional. Ia menegaskan bahwa persatuan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen bangsa. “Kalau kita pegang teguh nilai budaya dan saling menghormati, Indonesia akan tetap kuat dalam keberagaman,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....