Peran Strategis Perempuan Batak dalam Pembangunan Berkelanjutan
- 04 Agt 2026 21:04 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID.Jakarta - Perempuan Batak memiliki posisi yang semakin strategis dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa. Hal tersebut menjadi pokok bahasan dalam program Apresiasi Budaya Batak yang disiarkan Pro 4 RRI Jakarta pada Senin 4 Agustus 2026. Dipandu host Dermawan Ismail, acara ini menghadirkan narasumber Rentalin Sihite, S.IP., Wasekjen BATAK CENTER, melalui sambungan telepon. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa perempuan Batak masa kini tidak lagi hanya dipandang sebagai pendamping dalam keluarga, melainkan telah menjadi aktor penting yang mampu memberikan kontribusi nyata di berbagai sektor pembangunan. Menurutnya, kemajuan sebuah bangsa tidak dapat dilepaskan dari kualitas perempuan yang berdaya, berpendidikan, serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian nilai budaya dan lingkungan.
Rentalin Sihite menjelaskan bahwa pembangunan berkelanjutan harus dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga. Di sinilah perempuan Batak memainkan peran yang sangat menentukan dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan, penanaman nilai-nilai moral, serta pelestarian budaya Batak yang diwariskan secara turun-temurun. Ia menilai, perempuan adalah pendidik pertama bagi anak-anak sehingga memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan semangat gotong royong, kejujuran, kerja keras, serta penghormatan terhadap adat istiadat. Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, perempuan Batak dituntut mampu menjadi jembatan antara kemajuan zaman dengan pelestarian identitas budaya agar generasi muda tetap bangga terhadap akar budayanya tanpa kehilangan daya saing di era modern.
Lebih jauh, Rentalin menyoroti semakin luasnya kiprah perempuan Batak di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dunia usaha, hingga organisasi kemasyarakatan. Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan merupakan salah satu indikator penting terciptanya pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki kemampuan membangun komunikasi, menciptakan kolaborasi, serta menghadirkan solusi yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Oleh sebab itu, pemberdayaan perempuan tidak boleh berhenti pada slogan semata, tetapi harus diwujudkan melalui akses yang lebih luas terhadap pendidikan, pelatihan kepemimpinan, kesempatan ekonomi, dan ruang partisipasi publik sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan yang mampu membawa manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Sebagai organisasi yang berkomitmen terhadap kemajuan masyarakat Batak, BATAK CENTER, lanjut Rentalin, terus mendorong lahirnya perempuan-perempuan tangguh yang memiliki wawasan kebangsaan sekaligus kecintaan terhadap budaya leluhur. Berbagai program pemberdayaan, edukasi, dan penguatan kapasitas diharapkan mampu melahirkan generasi perempuan yang tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Ia menilai bahwa keberhasilan pembangunan berkelanjutan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, melainkan juga dari kemampuan masyarakat menjaga harmoni sosial, melestarikan budaya, memperkuat ketahanan keluarga, dan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Nilai-nilai kearifan lokal Batak, menurutnya, masih sangat relevan untuk menjadi fondasi dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan.
Menutup perbincangan, Rentalin Sihite mengajak seluruh perempuan Batak, baik yang berada di kampung halaman maupun di berbagai daerah perantauan, untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat solidaritas, serta aktif mengambil bagian dalam pembangunan bangsa. Ia berharap perempuan Batak mampu menjadi inspirasi yang menghadirkan perubahan positif melalui kecerdasan, keteladanan, dan semangat melayani masyarakat. Melalui dialog yang berlangsung hangat di Pro 4 RRI Jakarta, pendengar diajak memahami bahwa pembangunan berkelanjutan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan merupakan gerakan bersama yang membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks tersebut, perempuan Batak hadir sebagai pilar penting yang menjaga keseimbangan antara kemajuan, nilai-nilai budaya, dan keberlangsungan kehidupan generasi masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....