Merajut Kebanggan Batak Dengan Tradisi Menenun

  • 26 Jan 2026 22:54 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID. Jakarta - Tradisi menenun menjadi salah satu fondasi penting dalam merajut kebanggaan dan identitas budaya Batak di tengah dinamika zaman. Menenun bukan sekadar aktivitas menghasilkan kain, kata Batak Center.

"Menenun juga proses budaya yang sarat nilai filosofi, sejarah, dan spiritualitas masyarakat Batak, " Ketua Departemen Seni dan Hak Kekayaan Intelektual Batak Center, Joyce M. Manik. Setiap motif dan warna pada kain ulos, menurutnya, mengandung pesan tentang kehidupan, relasi sosial, doa, serta penghormatan kepada leluhur. Oleh karena itu, menjaga tradisi menenun berarti menjaga narasi dan kebijaksanaan lokal yang telah diwariskan lintas generasi.

Joyce juga menyoroti tantangan yang dihadapi para penenun tradisional di era modern, mulai dari berkurangnya minat generasi muda hingga maraknya produk tiruan yang tidak menghargai nilai budaya. Sebagai Ketua Departemen Seni dan Hak Kekayaan Intelektual Batak Center, ia menekankan pentingnya perlindungan hukum terhadap karya tenun Batak agar tidak diklaim atau dieksploitasi secara tidak bertanggung jawab oleh pihak lain.

Melalui Batak Center, Joyce menyampaikan bahwa berbagai upaya terus dilakukan untuk mendorong regenerasi penenun, edukasi budaya, serta penguatan kesadaran masyarakat akan pentingnya hak kekayaan intelektual. Ia percaya bahwa ketika generasi muda memahami makna di balik sehelai ulos, mereka tidak hanya akan bangga mengenakannya, tetapi juga terdorong untuk melestarikannya.

Menutup perbincangan di radio Pro4 RRI Jakarta, Joyce berharap media publik dapat terus menjadi jembatan antara tradisi dan masyarakat luas. Menurutnya, selama tradisi menenun tetap dihidupkan, diperjuangkan, dan dihargai, maka kebanggaan Batak akan terus terajut kuat, tidak hanya di tanah leluhur, tetapi juga di perantauan dan panggung nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....