400 Pelajar Ikuti Simulasi Diplomasi Bahas Isu Global
- 01 Sep 2026 16:44 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta— Sebanyak 400 pelajar dari 61 sekolah dan universitas mengikuti simulasi diplomasi untuk membahas berbagai persoalan global. Kegiatan tersebut berlangsung pada 29–30 Agustus 2026 melalui Asia Youth International Model United Nations atau AYIMUN Chapter Bandung 2026.
Mengusung tema “Securing Tomorrow: Advancing Sustainable Development and Global Stability,” kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda. Peserta dilatih memahami diplomasi, mengembangkan kemampuan negosiasi, sekaligus merumuskan solusi melalui simulasi persidangan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Para peserta berasal dari lebih dari 30 kota dan kabupaten di Indonesia, termasuk Samarinda, Manado, Palembang, Jambi, Batam, dan Malang. Kehadiran delegasi dari berbagai daerah menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap pembelajaran isu global dan diplomasi internasional.
Simulasi persidangan dibagi menjadi tiga council utama, yakni United Nations Conference on Trade and Development atau UNCTAD, UNICEF, serta UNEP. Masing-masing forum membahas pencucian uang, keselamatan anak dalam gim daring, serta keseimbangan perlindungan lingkungan dan pembangunan ekonomi.
Council UNEP juga mendapat dukungan PT Pertamina (Persero) sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kesadaran generasi muda. Dukungan tersebut berfokus pada isu keberlanjutan, lingkungan, serta transisi energi yang menjadi tantangan pembangunan masa depan.
President International Global Network Muhammad Fahrizal menilai pengalaman mengikuti Model United Nations memberikan keterampilan yang relevan bagi generasi muda. “Keterampilan yang kalian kembangkan di sini adalah sesuatu yang nyata,” ujarnya saat Opening Ceremony, Senin (31 Agustus 2026).
Selain kemampuan diplomasi, peserta juga didorong memahami makna Securing Tomorrow dari perspektif yang lebih luas. Fuel Terminal Manager PT Pertamina (Persero), Afifah Rahmawati, mengatakan masa depan tidak hanya berkaitan dengan teknologi, ekonomi, perubahan iklim, pendidikan, dan pembangunan global.
Menurut Afifah, generasi muda perlu memahami identitas serta nilai-nilai yang harus dijaga untuk generasi berikutnya. “Memastikan masa depan bukan hanya tentang melindungi masa depan, tetapi memahami siapa diri kita hari ini,” tuturnya dalam kegiatan tersebut.
Perwakilan United Nations Indonesia, Diandra Pratami, turut menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan. “Anak muda bukan hanya penerima manfaat dari pembangunan, tetapi juga merupakan bagian penting dari mereka yang membentuk masa depan,” jelasnya.
Selama konferensi, peserta mengikuti General Speakers’ List, negosiasi, caucusing, hingga penyusunan Draft Resolutions dengan pendampingan chairs dan fasilitator berpengalaman. Melalui rangkaian tersebut, peserta diharapkan mampu menyampaikan gagasan, menghadapi perbedaan perspektif, membangun konsensus, dan mengambil bagian dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....