AYIMUN Depok Satukan Ratusan Pelajar Bahas Tantangan Global Digital

  • 05 Agt 2026 19:46 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 315 pelajar dari 118 sekolah dan perguruan tinggi di berbagai daerah mengikuti AYIMUN Depok Chapter 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperluas wawasan sekaligus memahami berbagai isu global melalui simulasi diplomasi internasional.

Konferensi yang digelar di Depok, Jawa Barat, pada 1-2 Agustus 2026 itu mengangkat tema “Securing the Digital Future: Protecting Societies and Empowering the Next Generation.” Peserta berasal dari jenjang SD hingga perguruan tinggi dengan latar belakang daerah yang beragam di Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., mengatakan pengembangan kemampuan peserta menjadi tujuan utama dalam penyelenggaraan AYIMUN. Menurutnya, forum tersebut memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk meningkatkan kapasitas sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan global.

“AYIMUN merupakan program yang bergengsi, sehingga banyak siswa telah mengenal kualitasnya. Jadikan AYIMUN ini kesempatan bagi Anda untuk mengembangkan kemampuan dan membangun cita-cita membawa nama besar Indonesia di kancah dunia,” kata Abdul Mu’ti.

Ia menilai keberhasilan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Keterampilan seperti berpikir kritis, bernegosiasi, berkolaborasi, beradaptasi, dan memecahkan masalah akan menjadi bekal penting di masa mendatang.

Presiden International Global Network, Muhammad Fahrizal, mengatakan tantangan terbesar di era digital bukan sekadar perkembangan teknologi. Menurutnya, kemampuan manusia dalam menyaring dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab menjadi faktor yang jauh lebih penting.

“Berpikir kritis menjadi firewall terkuat yang kita miliki. Empati menjadi pertahanan terhadap kebencian di dunia maya, sementara kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama menjadi jembatan untuk menyelesaikan berbagai tantangan global,” ujar Fahrizal.

Ia menambahkan simulasi Model United Nations memberikan pengalaman nyata kepada peserta dalam berdiskusi, bernegosiasi, hingga mencari solusi atas persoalan dunia. Pengalaman tersebut dinilai mampu membentuk keterampilan hidup yang dibutuhkan di masa depan.

Sementara itu, Direktur Pendidikan SIT Al Haraki, Susi P. Krisnawan, mengatakan AYIMUN bukan sekadar ajang konferensi atau kompetisi. Menurutnya, kegiatan itu menjadi bagian dari upaya membentuk karakter serta menyiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi di tingkat global.

“Kami percaya pendidikan adalah tempat pembentukan karakter, menemukan tujuan hidup, dan mempersiapkan generasi warga dunia yang peduli serta mampu berkontribusi positif di mana pun berada,” kata Susi.

Selama konferensi, peserta mengikuti pembahasan isu pendidikan melalui council UNICEF serta isu kejahatan siber dan perjudian ilegal melalui council UNODC. Mereka menjalani simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa mulai dari penyampaian pendapat, negosiasi, hingga penyusunan draft resolution.

Pemenang AYIMUN Depok Chapter akan memperoleh beasiswa untuk mengikuti Asia World Model United Nations XV di Bali pada Oktober 2026. Program yang diselenggarakan International Global Network tersebut diharapkan terus menjadi wadah bagi generasi muda Indonesia untuk mengasah kepemimpinan, diplomasi, dan kepedulian terhadap isu-isu global.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....