BMKG, Waspadai Peningkatan Gelombang Air Laut Saat Terjadi Monsun Australia
- 21 Jul 2026 19:09 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan masyarakat agar mewaspadai peningkatan gelombang laut selama periode Monsun Australia. Kondisi tersebut dapat memengaruhi aktivitas pelayaran dan perikanan di wilayah Jakarta Utara serta perairan sekitarnya.
Imbauan tersebut disampaikan dalam program Majalah Udara Live Kentongan Pro 1 RRI Jakarta yang disiarkan pada Selasa, 21 Juli 2026. Dialog menghadirkan prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok, Laras Kinanthi, sebagai narasumber.
Laras menjelaskan Monsun Australia merupakan periode ketika angin bertiup dominan dari Australia menuju Asia. Massa udara yang berasal dari Australia bersifat lebih kering sehingga memicu musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat curah hujan di Jakarta Utara cenderung berkurang dengan cuaca lebih panas pada siang hari. Angin dari arah timur hingga tenggara juga bertiup lebih konsisten selama periode tersebut.
Meski demikian, Laras menegaskan musim kemarau bukan berarti hujan berhenti sepenuhnya. Hujan lokal masih berpotensi terjadi akibat dinamika atmosfer maupun pengaruh gelombang atmosfer tropis.
"Monsun Australia merupakan salah satu penyebab utama terjadinya musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia," ujar Laras.
Laras menjelaskan cuaca cerah di darat tidak selalu menunjukkan kondisi laut yang aman bagi pelayaran. Tinggi gelombang lebih dipengaruhi oleh kekuatan angin di atas laut dibandingkan kondisi langit di daratan.
"Selama periode Monsun Australia, tinggi gelombang di perairan Jakarta Utara dan perairan utara Jawa Barat cenderung meningkat dibandingkan masa peralihan. Meski tidak setinggi gelombang di Samudra Hindia, kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai terutama oleh kapal berukuran kecil." jelas Laras.
Wilayah yang berpotensi terdampak peningkatan gelombang meliputi Teluk Jakarta, Kepulauan Seribu, Laut Jawa bagian barat, serta perairan Karawang, Subang, Indramayu, dan Cirebon. Nelayan, kapal wisata, kapal penumpang, serta operator pelabuhan diminta meningkatkan kewaspadaan sebelum berlayar.
Selain peningkatan gelombang, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang dan hujan lokal yang dapat disertai petir pada sore hingga malam hari. Karena itu masyarakat diimbau rutin memantau prakiraan cuaca maritim dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
Laras menyarankan masyarakat memeriksa prakiraan cuaca, tinggi gelombang, arah angin, kecepatan angin, serta informasi pasang surut sebelum melakukan aktivitas di laut. Informasi resmi dapat diakses melalui aplikasi Info BMKG, situs resmi BMKG, maupun kanal media sosial BMKG Tanjung Priok.
Untuk sepekan ke depan, BMKG memprakirakan cuaca di Jakarta Utara didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan dengan peluang hujan lokal berdurasi singkat. "BMKG juga memprediksi potensi banjir rob di pesisir Jakarta Utara pada 23 hingga 30 Juli 2026 sehingga masyarakat diminta terus mengikuti perkembangan informasi cuaca sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....