Musim Kemarau, Ini Cara Menjaga AC Tetap Optimal dan Sejuk
- 21 Jul 2026 17:15 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia akan berlangsung pada periode Juli hingga September 2026. Seiring meningkatnya suhu udara, penggunaan pendingin ruangan atau air conditioner (AC) diperkirakan juga akan semakin meningkat.
Kondisi tersebut diperkirakan akan mendorong kebutuhan akan perawatan AC agar performa pendingin ruangan tetap optimal selama musim kemarau pada kuartal ketiga. Sebagai gambaran, secara internal bTaskee Indonesia mencatat peningkatan layanan perawatan AC sebesar 68% pada kuartal kedua dibandingkan kuartal pertama 2026.
Salah satu langkah sederhana untuk menjaga performa AC adalah mengatur suhu pada kisaran 24 hingga 26 derajat Celsius. Pengaturan suhu tersebut umumnya direkomendasikan untuk menjaga kenyamanan ruangan sekaligus membantu penggunaan energi yang lebih efisien dibandingkan menggunakan suhu yang terlalu rendah.
Selain pengaturan suhu, pembersihan AC secara berkala juga menjadi bagian penting dalam menjaga performa pendingin ruangan. Secara umum, AC Cleaning disarankan dilakukan setiap tiga hingga enam bulan, bergantung pada intensitas penggunaan, kondisi lingkungan, serta kualitas udara di sekitar tempat tinggal. Apabila setelah dilakukan pembersihan performa AC masih belum optimal, pemeriksaan lebih lanjut melalui layanan AC Service dapat membantu mengidentifikasi penyebabnya sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi unit.
Menurut Nanda Bhaswara, Business Operations Manager bTaskee Indonesia, perawatan AC secara berkala masih sering dilakukan setelah pelanggan mulai merasakan penurunan performa pendingin ruangan.
"Berdasarkan pengalaman kami menangani layanan AC Cleaning dan AC Service, masih banyak pelanggan yang baru melakukan perawatan ketika AC sudah terasa kurang dingin. Padahal, pembersihan secara berkala dapat membantu menjaga performa pendinginan tetap optimal sekaligus mengurangi potensi penumpukan debu yang dapat berpengaruh terhadap kinerja AC," ujar Nanda dalam keterangan resminya, Selasa, 21 Juli 2026.

Data internal bTaskee juga menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan perawatan AC paling banyak terjadi pada akhir pekan, khususnya Sabtu dan Minggu, dengan waktu pemesanan didominasi antara pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Memasuki kuartal ketiga 2026, perusahaan memperkirakan kebutuhan terhadap layanan tersebut akan tetap tinggi seiring berlangsungnya puncak musim kemarau hingga September.
"Apabila setelah dilakukan pembersihan performa AC masih belum optimal, sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui layanan AC Service untuk mengetahui penyebabnya. Penurunan performa pendinginan bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kebocoran refrigeran (freon), gangguan pada komponen AC, faktor usia penggunaan unit, hingga kekeliruan instalasi. Karena itu, diperlukan pemeriksaan agar penanganannya dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing AC," katanya.
Dalam memilih layanan perawatan AC, masyarakat juga disarankan memperhatikan kompetensi teknisi, prosedur pengerjaan yang jelas, serta transparansi layanan agar proses pemeriksaan maupun perawatan dilakukan secara tepat sesuai kebutuhan.
Untuk membantu masyarakat menjaga performa AC selama musim kemarau, bTaskee Indonesia menghadirkan layanan perawatan AC yang dikerjakan oleh teknisi berpengalaman dan telah melalui proses pelatihan sesuai standar operasional perusahaan. Layanan tersebut tersedia melalui aplikasi bTaskee dan mencakup AC Cleaning maupun AC Service, sehingga masyarakat dapat memilih layanan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perawatan AC di rumah.
Melalui perawatan yang dilakukan secara berkala, masyarakat tidak hanya dapat menjaga kenyamanan ruangan selama musim kemarau, tetapi juga membantu mempertahankan performa AC agar tetap bekerja secara optimal dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....