Paud Al Qalam: Tumbuh Bersama Belajar Bersama

  • 11 Jun 2026 01:38 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Lembaga ini juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan

RRI.CO.ID, Jakarta - Komunitas pendidikan Al-Qalam yang berlokasi di Citra Indah City, Bukit Graha Kartika Indah, terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang berpusat pada anak dan keluarga. Al-Qalam berdiri pada tahun 2018, diawali dengan pembentukan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bagi anak-anak usia tiga tahun. Nama Al-Qalam yang berarti pena atau kalam dipilih sebagai simbol harapan agar guru, murid, dan orang tua senantiasa memiliki kecintaan terhadap ilmu pengetahuan serta semangat belajar sepanjang hayat.

Endah Supeni , S.Pd kepala Paud Al Qalam memaparkan perihal terbentuknya Paud tersebut, melalu sambungan telp di acara Obrolan Komunitas, Selasa, 9 Juni 2026.

Wali murid ketika berpartisipasi dalam kegiatan sekolah sebagai bentuk membersamai anak. ( Foto: Putri Rani)

"Paud Al- Qalam Lahir dari gagasan empat wali murid RA Al Muhajirin, yakni ada Bunda Uma, Bunda Gibran, Bunda Lila, dan Bunda Ara pada akhir 2018 hingga awal 2019, Al-Qalam hadir sebagai alternatif pendidikan yang selaras dengan visi dan misi keluarga. Kehadirannya didorong oleh keinginan para orang tua untuk menemukan mitra pendidikan yang mampu mendukung kebutuhan belajar anak sekaligus sejalan dengan nilai-nilai yang mereka yakini".

Hingga saat ini, Al-Qalam telah menjadi rumah belajar bagi 64 anak. Tidak hanya menitikberatkan pada perkembangan akademik, lembaga ini juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan. Salah satu syarat utama bergabung di Al-Qalam adalah komitmen orang tua untuk mendampingi tumbuh kembang anak, aktif mengikuti kegiatan parenting, serta terlibat dalam berbagai program sekolah, termasuk menjadi guru tamu sesuai bidang keahlian masing-masing.

Beragam kegiatan inovatif telah dijalankan Al-Qalam, baik untuk siswa maupun orang tua. Program orang tua meliputi pengelolaan limbah minyak jelantah bekerja sama dengan Salimah serta pertemuan bulanan yang dikelola oleh Persatuan Orang Tua Murid dan Guru (POMG). Sementara itu, siswa diajak belajar langsung dari kehidupan melalui kegiatan jelajah kota hingga Bogor, program live in di Baduy, penyusunan peta masa depan, hingga kegiatan sosial di Malangbong, Garut yang melibatkan bakti sosial untuk masjid dan para guru ngaji. Setiap kegiatan dirancang melalui kolaborasi tim guru dan dibimbing oleh para ahli sesuai bidangnya.

Disaat anak-anak anak-anak bermain di halaman sekolah. ( Foto: Putri Rani)

Di balik berbagai pencapaian tersebut, Al-Qalam juga menghadapi tantangan, terutama dalam memperkenalkan diri kepada masyarakat. Dengan fasilitas yang masih sederhana, pengelola tetap berupaya menghadirkan pendidikan yang ideal bagi setiap anak. Berbekal kecintaan pada dunia pendidikan dan dukungan berbagai pihak, termasuk konsultan pendidikan yang mendampingi secara sukarela, Al-Qalam terus melangkah maju. Ke depan, mereka berharap dapat memiliki lahan dan gedung yang lebih representatif agar mampu menjangkau lebih banyak keluarga yang memiliki visi yang sama dalam mendidik generasi masa depan.

sekolah kebun Al-Qalam ketika baru berdiri, dengan bermodalkan kesederhanaandan niat besar yakni memberikan pendidikan berbasis islam dan alam dengan biaya terjangkau. ( Foto: Putri Rani)
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....