Membangun Keluarga Harmonis, Dimulai dari Nilai-Nilai Agama
- 10 Jun 2026 11:50 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Nilai-nilai agama menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga yang harmoni
- Komunikasi, keteladanan, dan waktu berkualitas bersama keluarga perlu terus dijaga di era digital.
- Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi berkarakter dan berakhlak baik.
RRI.CO.ID, Jakarta: Di tengah kesibukan pekerjaan, tuntutan ekonomi, dan derasnya arus informasi digital, menjaga keharmonisan keluarga menjadi tantangan tersendiri. Padahal, keluarga yang harmonis merupakan fondasi utama lahirnya generasi yang sehat, kuat, dan berakhlak baik.
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Jakarta, Rabu 10 Juni 2026, bersama Hj. Lilis Nurul Aflah, MA, Penyuluh Madya Kementerian Agama Jakarta Selatan, dengan tema "Membangun Keluarga Harmonis Berlandaskan Nilai-Nilai Agama".
Menurut Lilis, keharmonisan keluarga tidak lahir secara instan. Ia dibangun melalui komitmen, komunikasi yang baik, serta penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Nilai agama menjadi pedoman yang membantu setiap anggota keluarga memahami hak dan kewajibannya, sekaligus menumbuhkan rasa saling menghargai dan menyayangi.
"Keluarga bukan hanya tempat tinggal bersama, tetapi juga tempat pertama seseorang belajar tentang kasih sayang, tanggung jawab, kejujuran, dan toleransi," ujarnya.
Di era digital saat ini, tantangan keluarga semakin kompleks. Tidak sedikit anggota keluarga yang secara fisik berada dalam satu rumah, namun secara emosional justru berjauhan karena terlalu sibuk dengan gawai masing-masing. Karena itu, penting bagi keluarga untuk menyediakan waktu berkualitas guna memperkuat ikatan dan komunikasi.
Lilis menekankan bahwa nilai-nilai agama dapat menjadi penyeimbang di tengah berbagai tantangan tersebut. Melalui ibadah bersama, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan membiasakan sikap empati, keluarga dapat menciptakan suasana rumah yang nyaman dan penuh ketenangan.
Selain itu, pendidikan karakter dalam keluarga juga perlu dimulai sejak dini. Anak-anak tidak hanya belajar dari nasihat orang tua, tetapi juga dari teladan yang mereka lihat setiap hari. Oleh sebab itu, orang tua memiliki peran penting dalam menunjukkan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai agama dan moral.
Keharmonisan keluarga bukan berarti tidak pernah terjadi perbedaan pendapat. Justru, keluarga yang harmonis adalah keluarga yang mampu menyelesaikan perbedaan dengan cara yang baik, saling menghormati, dan tetap menjaga kebersamaan.
Melalui penguatan nilai-nilai agama dalam keluarga, diharapkan lahir lingkungan rumah yang tidak hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....