BPJS Ketenagakerjaan Gandeng BI Cetak Wirausaha Baru Dari Dana Manfaat
- 09 Jun 2026 17:14 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Gambir, Imam Santoso, mengatakan bahwa kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Bank Indonesia merupakan langkah strategis untuk memperluas manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Selama ini masyarakat mengenal BPJS Ketenagakerjaan sebagai penyelenggara perlindungan bagi pekerja melalui program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Pensiun.
"Melalui sinergi dengan Bank Indonesia, akan menghadirkan nilai tambah sehingga dana manfaat yang diterima peserta tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan sosial, tetapi juga dapat menjadi modal produktif untuk membangun usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.
Menurutnya, program pendampingan kewirausahaan, literasi keuangan, digitalisasi usaha, hingga pemanfaatan QRIS yang tengah dijajaki bersama Bank Indonesia dapat membuka peluang lahirnya wirausaha baru dari kalangan peserta maupun ahli waris penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan.
"Kami berharap peserta tidak hanya menerima manfaat saat menghadapi risiko sosial ekonomi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk bangkit dan berkembang melalui usaha produktif. Dengan demikian, manfaat BPJS Ketenagakerjaan dapat dirasakan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi keluarga," ucapnya.
Ia, menambahkan bahwa inovasi dan kolaborasi lintas sektor seperti ini juga menjadi bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat nyata dari program BPJS Ketenagakerjaan, maka semakin kuat pula kepercayaan publik terhadap institusi ini.
"Kami ingin membangun citra BPJS Ketenagakerjaan sebagai mitra pekerja yang tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi peserta," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, BPJS Ketenagakerjaan dan Bank Indonesia (BI) menjajaki kolaborasi strategis untuk mentransformasi dana manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi modal produktif bagi lahirnya wirausaha baru. Sinergi ini bertujuan memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong kesejahteraan peserta melalui pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.
Komitmen tersebut dibahas dalam kunjungan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan, Bambang Joko Sutarto, ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Selasa, 2 Juni 2026.
Fokus utama pertemuan meliputi penguatan literasi keuangan, pengembangan UMKM, serta perluasan akses pembiayaan bagi penerima manfaat.
Bambang Joko Sutarto menjelaskan bahwa dana (JHT), Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), maupun Jaminan Kematian (JKM) memiliki potensi besar untuk dijadikan modal awal usaha. Selama ini, tantangan utama bagi penerima manfaat adalah pengelolaan dana agar memberikan dampak ekonomi jangka panjang.
“Kerja sama dengan Bank Indonesia diarahkan pada pendampingan yang tepat agar dana manfaat tersebut menjadi modal usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan,” ujar Bambang.
Program yang disiapkan mencakup pelatihan pengelolaan keuangan, kewirausahaan, pemasaran digital, hingga pemanfaatan QRIS. Langkah ini sejalan dengan visi Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan untuk memperluas manfaat perlindungan sosial melalui kolaborasi lintas sektor yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.
Data menunjukkan urgensi program ini sangat besar. Hingga April 2026, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat sebesar Rp24,3 triliun untuk 1,8 juta kasus. Pada tahun 2025, total penyaluran manfaat mencapai Rp68,13 triliun, meningkat 19,28% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, menyambut positif inisiatif ini. Ia menegaskan BI siap memberikan pendampingan UMKM, pelatihan digitalisasi, dan fasilitasi akses ke lembaga pembiayaan formal bagi para peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Kerja sama ini menjadi jembatan transformasi penerima santunan menjadi pelaku usaha produktif, terutama bagi mereka yang terkena PHK atau ahli waris yang menerima manfaat besar,” ujarnya. (Irvan)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....