Kolaborasi Multipihak Perkuat Ketangguhan Jakarta Hadapi Ancaman Bencana
- 09 Jun 2026 16:08 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kolaborasi multipihak dinilai menjadi kunci utama dalam memperkuat ketangguhan Provinsi DKI Jakarta menghadapi berbagai ancaman bencana yang berpotensi terjadi di wilayah ibu kota.
Analisis Kebencanaan Ahli Madya BPBD DKI Jakarta, Rian Sarsono mengatakan, bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah.
Menurut Rian, konsep kerja sama multipihak mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang menegaskan bahwa seluruh unsur masyarakat memiliki peran dalam upaya pengurangan risiko bencana.
"Penanggulangan bencana itu adalah kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga internasional maupun organisasi pemerintah dalam upaya penanggulangan bencana yang terkoordinasi, terpadu dan menyeluruh,” ujar Rian dalam dialog bersama RRI Jakarta pada Selasa, 09 Juni 2026.
Ia menjelaskan, keterlibatan banyak pihak diperlukan karena pemerintah memiliki keterbatasan sumber daya dalam menghadapi berbagai situasi darurat yang dapat terjadi secara bersamaan. Karena itu, dukungan dari masyarakat, sektor swasta, akademisi, media, dan berbagai organisasi lainnya menjadi faktor strategis untuk memperluas kapasitas respons bencana.
“Kolaborasi ini penting untuk memperluas jangkauan dan kapasitas respons bencana, mengoptimalkan sumber daya dari berbagai sektor, serta meningkatkan efektivitas mitigasi, kesiapsiagaan, dan pemulihan,” katanya.
Berdasarkan kajian risiko bencana yang disusun BPBD DKI Jakarta, terdapat 10 ancaman bencana di Jakarta dengan tiga prioritas utama yakni banjir, kebakaran perkotaan, dan gempa bumi. Rian menilai karakteristik Jakarta yang memiliki jumlah penduduk besar, masyarakat yang heterogen, serta banyak pemangku kepentingan dengan kapasitas yang baik menjadi modal penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif.
Menurutnya, apabila seluruh sumber daya yang tersedia dapat dikelola dan dikoordinasikan dengan baik, maka tujuan penyelenggaraan penanggulangan bencana akan lebih mudah tercapai. Salah satu contoh nyata keberhasilan kolaborasi multipihak terlihat saat penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta.
Ketika pemerintah melakukan proses evakuasi warga terdampak, berbagai unsur masyarakat turut membantu menyediakan tenaga dan peralatan untuk mempercepat penyelamatan korban. Selain itu, dukungan juga datang dari dunia usaha dan komunitas lokal dalam memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi yang terdampak banjir.
“Dengan koordinasi yang baik dan penentuan kebutuhan dasar yang prioritas, bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak,” ungkapnya.
Rian juga menyinggung keberhasilan kolaborasi saat penanganan pandemi COVID-19, ketika masyarakat dan berbagai lembaga ikut berperan menyediakan alat pelindung diri bagi tenaga kesehatan serta mendukung penerapan budaya 3M. Dalam upaya memperkuat sinergi tersebut, BPBD DKI Jakarta menerapkan konsep Pentahelix yang melibatkan lima unsur utama, yaitu pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.
Ia menjelaskan pemerintah berperan sebagai regulator dan koordinator, masyarakat sebagai pelaksana di lapangan, dunia usaha sebagai pendukung sumber daya, akademisi sebagai penyedia kajian ilmiah, serta media sebagai penyebar informasi kebencanaan.
Untuk mendukung koordinasi tersebut, BPBD DKI Jakarta telah membangun Sistem Informasi Manajemen Bencana yang memungkinkan seluruh unsur Pentahelix berpartisipasi dalam kegiatan penanggulangan bencana.
Selain itu, BPBD juga membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana yang beranggotakan berbagai unsur masyarakat guna memberikan masukan strategis dalam tahap pencegahan, penanganan, hingga pemulihan pascabencana. Sebagai penutup, Rian mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap risiko bencana, aktif memantau informasi resmi pemerintah, serta terus membangun budaya sadar bencana demi keselamatan bersama.
“Bencana merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi semua unsur sangat berperan penting dalam membangun budaya sadar bencana untuk menyelamatkan banyak manusia,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....