5 Tips Memilih Daycare Aman
- 04 Mei 2026 11:52 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Kasus dugaan kekerasan di daycare Little Areshi di Umbulharjo, Yogyakarta pada Jumat, 24 April 2026 memicu kekhawatiran publik. Polisi menemukan 53 anak mengalami kekerasan fisik dan verbal.
Pemilihan daycare bukan hanya soal lokasi atau biaya, tetapi juga menyangkut keselamatan, perkembangan, serta kenyamanan anak dalam jangka panjang. Berbagai panduan internasional menyarankan orang tua untuk lebih teliti dan aktif dalam mencari informasi sebelum menentukan pilihan.

Ilustrasi . Suasana aktivitas anak di daycare yang aman dan terpantau. Orang tua diimbau teliti memilih tempat penitipan anak. (Foto: Artem Podrez/pexels)
Berikut lima tips memilih daycare aman:
Orang tua perlu memahami jenis layanan daycare
Memahami jenis layanan penitipan anak menjadi langkah awal sebelum menentukan pilihan yang tepat. Setiap jenis daycare memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak dan keluarga.
Laman Wonderschool yang kami akses pada Senin, 4 Mei 2026 menulis, bahwa daycare dapat berupa pusat penitipan, daycare berbasis rumah, hingga pengasuh pribadi di rumah. “Memilih daycare adalah salah satu keputusan paling penting bagi orang tua karena menyangkut kepercayaan terhadap orang lain dalam merawat anak,” ujar Wonderschool.
Orang tua harus memastikan legalitas dan pengawasan
Legalitas menjadi indikator utama untuk menjamin keamanan dan kualitas layanan daycare. Orang tua disarankan memeriksa apakah tempat penitipan memiliki izin resmi dan telah melalui proses inspeksi.
Childcare.gov menegaskan pentingnya aspek ini dalam memilih daycare. “Pelajari bagaimana program penitipan anak dilisensikan dan diatur untuk memastikan kesehatan dan keselamatan anak,” ujar Childcare.gov.
Selain itu, orang tua juga perlu melihat laporan inspeksi untuk mengetahui apakah pernah terjadi pelanggaran dan bagaimana tindak lanjutnya. Transparansi lembaga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan.
Orang tua wajib mengecek rasio pengasuh dan kualitas tenaga
Jumlah anak dibandingkan dengan pengasuh sangat memengaruhi kualitas perhatian yang diterima anak. Rasio yang terlalu besar berpotensi membuat pengawasan menjadi tidak optimal.
Wonderschool menyebut rasio ideal untuk bayi adalah satu pengasuh untuk empat anak. “Rasio yang rendah memungkinkan interaksi yang lebih responsif dan perhatian yang lebih personal kepada anak,” kata Wonderschool.
Selain jumlah, kualitas tenaga pengasuh juga harus diperhatikan, termasuk pelatihan, pengalaman, dan stabilitas kerja. Tingkat pergantian staf yang tinggi bisa menjadi tanda lingkungan kerja yang kurang sehat.
Orang tua perlu mengunjungi lokasi dan mengamati langsung
Kunjungan langsung menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi nyata daycare. Orang tua dapat melihat kebersihan, keamanan, serta interaksi antara pengasuh dan anak.
Childcare.gov menyarankan orang tua untuk melakukan observasi langsung sebelum mengambil keputusan. “Mengunjungi beberapa program penitipan membantu orang tua merasakan lingkungan secara langsung dan memastikan anak akan aman serta nyaman,” ujar Childcare.gov.
Hal yang perlu diperhatikan meliputi keamanan pintu masuk, kebersihan fasilitas, serta aktivitas anak sehari-hari. Lingkungan yang positif biasanya ditandai dengan anak yang aktif dan terlihat bahagia.
Orang tua harus aktif bertanya dan berkomunikasi
Komunikasi terbuka antara orang tua dan pengelola daycare menjadi kunci keberhasilan pengasuhan. Orang tua perlu menanyakan berbagai hal mulai dari jadwal kegiatan, biaya, hingga prosedur darurat.
Website Raising Children menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam layanan daycare. “Orang tua perlu merasa nyaman untuk berdiskusi dan terlibat dalam kegiatan serta perkembangan anak di daycare,” ujar Raising Children.
Selain itu, orang tua juga perlu memastikan adanya laporan perkembangan anak secara berkala. Hal ini penting untuk memantau tumbuh kembang anak secara optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....