Masyarakat Harus Lebih Hati-hati, Saat Bertransaksi di ATM
- 06 Jun 2026 14:23 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID Jakarta - Fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk melakukan transaksi perbankan secara cepat. Namun, kenyamanan ini sering kali terganggu oleh kendala teknis tak terduga, salah satunya katup keluar uang yang macet. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan memahami langkah antisipasi demi keamanan saldo tabungan mereka.
Edukasi mengenai pentingnya kehati-hatian ini turut disoroti oleh Anisa, seorang Customer Service (CS) di sebuah bank swasta terkemuka di Jakarta.
"Sebelum memasukkan kartu, nasabah wajib melakukan pemeriksaan fisik secara mandiri pada mesin ATM yang akan digunakan. Langkah sederhana seperti itu penting untuk memastikan tidak ada benda asing di slot kartu dan katup uang sangat efektif meminimalisir risiko kerugian," kata Anies, ditemui RRI pada Kamis, 04 Juni 2026.
Lebih lanjut Anisa menjelaskan, bahwa gangguan mekanis pada pintu katup (shutter door) rentan terjadi akibat kurangnya pemeliharaan berkala pada mesin. Ia menenangkan masyarakat agar tidak panik apabila uang gagal keluar namun saldo di rekening telanjur terpotong sistem komputerisasi.
"Secara sistem, pihak perbankan pasti akan mengembalikan dana tersebut ke rekening nasabah setelah melalui proses rekonsiliasi data internal," jelasnya.
Sebagai bentuk antisipasi, Anisa juga menyarankan agar nasabah untuk segera memotret nomor ID mesin ATM dan mencatat waktu kejadian dengan detail.
"Intinya jangan panik. Langkah utama yang harus dilakukan adalah langsung menghubungi nomor call center resmi yang tertera di layar mesin atau aplikasi mobile banking. Masyarakat juga jangan mudah percaya pada nomor telepon darurat tidak resmi yang sering ditempelkan oknum penipu," pringatnya.
Pengalaman berharga juga dibagikan oleh Siti, seorang warga di Jakarta yang kini lebih selektif memilih lokasi bertransaksi. Ia menyarankan masyarakat untuk mengutamakan penggunaan mesin ATM yang berada di tempat ramai, terang, dan memiliki penjagaan satpam.
"Kalau saya lebih memilih lokasi yang aman secara tidak langsung memperkecil peluang nasabah menjadi target kejahatan atau terjebak mesin rusak," ujarnya.
Selain faktor lokasi, Siti juga mengingatkan pentingnya membiasakan diri menutup tombol angka dengan tangan saat memasukkan nomor PIN. Langkah ini sangat krusial untuk mencegah kebocoran data dari kamera tersembunyi yang mungkin dipasang oleh pelaku kriminal. Kewaspadaan mandiri dari pengguna menjadi benteng pertahanan pertama dalam menjaga keamanan aset digital di dalam tabungan.
Melalui edukasi yang masif, diharapkan tingkat literasi keamanan perbankan di tengah masyarakat dapat semakin meningkat dari waktu ke waktu. Pihak perbankan juga diharapkan terus memperbarui sistem pengamanan dan melakukan perawatan rutin pada setiap fasilitas publik mereka. Sinergi antara kehati-hatian nasabah dan pelayanan prima perbankan menjadi kunci utama terciptanya transaksi yang aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....