Rukun Islam: Lima Dasar yang Menguatkan Iman di Tengah Kesibukan

  • 29 Apr 2026 11:58 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Rukun Islam bukan sekadar kewajiban, tetapi fondasi yang membentuk arah hidup dan ketenangan di tengah kesibukan.

RRI.CO.ID, Jakarta: Pagi hari kerap menjadi waktu terbaik untuk kembali menata hati. Di tengah kesibukan dan ritme kehidupan kota yang begitu cepat, momen refleksi menjadi ruang penting untuk mengingat kembali nilai-nilai dasar dalam kehidupan beragama.

Suasana itulah yang terasa dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Jakarta, Rabu, 29 April 2026 pukul 05.00 WIB. Dalam edisi kali ini, penyiar Bams Hari mengajak pendengar menyelami kembali fondasi utama dalam ajaran Islam melalui tema “Islam Ditegakkan atas Lima Dasar”.

Hadir langsung di studio RRI Jakarta, Drs. Jajang Rusmana, MH, penyuluh agama Islam fungsional dari Kementerian Agama Kota Administrasi Jakarta Pusat, berbagi pemahaman dengan gaya yang ringan namun penuh makna.

Dalam penyampaiannya, Jajang mengingatkan bahwa lima dasar dalam Islam atau rukun Islam bukan sekadar kewajiban formal yang dijalankan sebagai rutinitas. Lebih dari itu, kelima rukun tersebut merupakan pondasi yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan bahwa syahadat menjadi pintu awal keimanan, salat melatih kedisiplinan dan kedekatan dengan Tuhan, zakat menumbuhkan kepedulian sosial, puasa mengajarkan pengendalian diri, dan haji menjadi penyempurna bagi yang mampu.

“Kelima dasar ini bukan hanya ibadah, tetapi juga menjadi panduan hidup agar manusia tetap berada pada jalan yang benar,” ujarnya dalam dialog yang berlangsung hangat di studio.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan pada memahami konsep, tetapi pada konsistensi dalam menjalankannya. Di tengah kesibukan masyarakat urban seperti Jakarta, nilai-nilai dasar ini sering kali terabaikan atau dijalankan sekadar sebagai kewajiban.

Padahal, jika dihayati dengan baik, rukun Islam justru menjadi sumber ketenangan dan arah hidup. Ia mengajak pendengar untuk kembali menghidupkan makna di balik setiap ibadah, bukan hanya sekadar menjalankannya.

Kehadiran narasumber secara langsung di studio membuat dialog terasa lebih dekat dan interaktif. Penyiar Bams Hari juga membangun suasana yang hangat, sehingga pesan-pesan yang disampaikan dapat diterima dengan lebih mudah oleh pendengar.

Melalui perbincangan ini, pendengar diajak untuk merenung bahwa fondasi keimanan bukan sesuatu yang jauh atau sulit dijangkau. Ia hadir dalam keseharian, dalam setiap ibadah yang dilakukan, dan dalam setiap pilihan hidup yang diambil.

Pada akhirnya, menguatkan kembali lima dasar dalam Islam bukan hanya tentang menjalankan kewajiban, tetapi tentang membangun kehidupan yang lebih bermakna, seimbang, dan penuh ketenangan di tengah dinamika kehidupan modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....