Pemkot Jakarta Timur Gencarkan CKG Terintegrasi TBC, Sudah Digelar Lebih 400 Lokus

  • 07 Okt 2026 16:00 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Timur terus menggencarkan Cek Kesehatan Gratis atau CKG yang terintegrasi dengan penelusuran tuberkulosis atau TBC untuk mempercepat deteksi dan penanganan penyakit tersebut.

Hingga Rabu, 7 Oktober 2026, kegiatan CKG terintegrasi TBC telah digelar di 437 lokasi khusus (lokus) dari total 778 yang menjadi sasaran di Jakarta Timur.

"Kalau sampai November kita harus mengejar 778 lokus. Kita sampai saat ini sudah 400an lebih lokus yang sudah dikerjakan," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Timur, Arief Wahyudy, di Kramat Jati, Rabu 7 Oktober 2026.

Pada Rabu siang, RRI Jakarta menyambangi Aula Masjid Hikmatul Ilmi, Kramat Jati, yang menjadi salah satu lokasi pelaksanaan CKG terintegrasi TBC. Sekitar 100 peserta dari kontak erat, kontak serumah pasien TBC, dan populasi berisiko mengikuti pemeriksaan di lokasi tersebut.

Sekitar 100 orang mengikuti Cek Kesehatan Gratis terintegrasi penelusuran TBC, di Aula Masjid Hikmatil Ilmi, Kramat Jati, Rabu 7 Oktober 2026. (Foto: RRI/Setyo Agung)

Pemeriksaan meliputi tanda vital, tekanan darah, tinggi dan berat badan, gula darah sewaktu, pemeriksaan mata serta telinga, serta pemeriksaan x-ray dan dahak.

"Hari ini satu lokus di sini, dengan target ya 100 orang dari kontak erat, kontak rumah, atau populasi berisiko yang diundang dalam rangka untuk mengikuti screening TBC sekaligus cek kesehatan gratis ini," ujar Arief.

Integrasi CKG dengan penelusuran TBC dilakukan untuk menemukan kasus secara lebih dini sekaligus memastikan warga mendapatkan tindak lanjut.

Pemeriksaan juga menjadi upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya warga yang termasuk kelompok berisiko.

"Apabila ditemukan dugaan tuberkulosis, akan ditindaklanjuti pemeriksaannya dengan pemeriksaan dahak dan sebagainya. Untuk keluarganya yang kontak erat dan sebagainya, kalau belum ada gejala, kami tindak lanjuti dengan pemberian TPT, terapi pencegahan tuberkulosisnya," tutur Arief.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Arief Wahyudy saat Cek Kesehatan Gratis terintegrasi TBC di Aula Masjid Hikmatil Ilmi, Kramat Jati, Rabu 7 Oktober 2026. (Foto: RRI/Setyo Agung)

Selain pemeriksaan, warga mendapatkan edukasi mengenai TBC, termasuk cara mencegah penularan dan langkah yang perlu dilakukan ketika mengalami gejala. Peserta CKG, Sutiyanih, menilai edukasi tersebut penting untuk mengikis stigma negatif penderita TBC.

"Bagus, khususnya buat warga sini ya, apalagi untuk yang lansia-lansia, itu bagus banget, karena takutnya mereka kan tidak mau ke Puskesmas atau ke rumah sakit, jadi pada saat di sini langsung didatangi sama Puskesmas," kata Sutiyanih.

Berdasarkan rilis yang diterima RRI Jakarta, per 7 Oktober 2026, sebanyak 38.328 orang telah mengikuti CKG terintegrasi TBC dari 437 lokus yang telah digelar. Dari jumlah tersebut, 8.365 orang ditemukan memiliki tanda dan gejala yang mengarah pada TBC, kemudian mendapatkan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis dan penanganannya.

Selain penemuan terduga TBC, program tersebut juga mencatat 4.638 orang telah mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). TPT diberikan sebagai bagian dari intervensi untuk mencegah infeksi TBC berkembang menjadi penyakit TBC aktif, terutama pada kelompok yang memiliki risiko penularan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....