Pemkot Jakarta Barat Bangun Jembatan Sementara bagi Pejalan Kaki di Tegal Alur

  • 02 Sep 2026 15:55 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Pemerintah Kota Jakarta Barat mempersiapkan pembangunan jembatan sementara berbahan baja wide flange di Kelurahan Tegal Alur, Kalideres, untuk meningkatkan mobilitas pejalan kaki.
  • Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menyatakan bahwa jembatan diperkirakan dapat selesai dibangun dalam waktu sekitar dua minggu setelah kesepakatan dicapai.
  • Jembatan baja sementara ini akan menggantikan jembatan alternatif yang sebelumnya dibuat dari kayu, yang akan dibongkar bersama setelah konstruksi baru selesai.

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Kota Jakarta Barat tengah mempersiapkan pembangunan jembatan sementara, berbahan baja wide flange (WF), untuk memudahkan mobilitas pejalan kaki di Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Dikutip dari Antara, Selasa, 1 September 2026, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menyatakan pembangunan jembatan itu diperkirakan dapat selesai, dalam waktu sekitar dua minggu.

“Ketika ini nanti disepakati, dua minggu akan dibangun jembatan tersebut. Artinya bahwa jembatan saat ini, sebagai jembatan alternatif sementara yang dibuat dari kayu, ini akan dibongkar bersama,” ujar Iin saat dikonfirmasi di Jakarta.

Jembatan sementara itu disiapkan sebagai akses penghubung bagi warga, selama pekerjaan proyek berlangsung. Pembangunannya dilakukan menyusul pembongkaran jembatan yang sebelumnya digunakan masyarakat.

Iin menjelaskan, warga sebenarnya masih dapat menggunakan dua jembatan lain, yang berada di sisi kanan dan kiri dari lokasi jembatan yang telah dibongkar. Namun, warga tetap meminta agar akses di lokasi itu kembali tersedia, karena dianggap lebih praktis dan cepat untuk menuju kawasan permukiman.

“Namun ketika kami melihat, ini harus lebih proper, sehingga kami diskusi di sini dengan teman-teman dari Adhi Karya. Dan ada kesepakatan dari Adhi Karya, untuk membuatkan jembatan sementara yang lebih kuat, lebih kokoh, tapi untuk jalan orang, itu akan lebih baik,” kata Iin.

Ia menegaskan, jembatan yang akan dibangun hanya dapat digunakan oleh pejalan kaki. Akses itu tidak diperuntukkan bagi sepeda motor maupun kendaraan lainnya.

“Dari diskusi ini ada solusi bahwa akan ada waktu selama dua minggu kurang lebih, dari mulai perencanaan sampai konstruksi, akan dibangun jembatan, sifatnya sementara tetap. Tapi konstruksinya lebih kokoh untuk orang, bukan untuk kendaraan,” katanya.

Ketua Subkelompok Pengembangan Pesisir Pantai, Bidang Pengendalian Rob dan Pesisir Pantai Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Yursid Suryanegara, mengatakan konstruksi jembatan sementara akan menggunakan material baja WF.

Menurut Yursid, material itu dipilih karena fungsi jembatan hanya untuk pejalan kaki. Karena itu, konstruksi dapat dibuat lebih sederhana, tanpa mengurangi kekuatan dan keamanan jembatan.

“Karena hanya untuk orang, jadi kita pakai baja. Baja WF, nanti mungkin dengan lebar 80 sampai 90 sentimeter,” kata Yursid.

Untuk memudahkan warga mengakses jembatan, pihaknya akan menyediakan tangga. Desain itu menyesuaikan fungsi jembatan, yang memang tidak diperuntukkan bagi kendaraan.

“Konstruksinya nanti untuk naiknya dibuatkan tangga, tidak ada ramp karena tidak ditujukan untuk motor ataupun kendaraan lain. Sehingga hanya untuk pejalan kaki, untuk jembatan penyeberangan orang,” katanya.

Berdasarkan hasil pengukuran awal, panjang jembatan yang dibutuhkan diperkirakan mencapai 7,9 meter. Namun, angka itu masih dapat berubah, karena desain konstruksi yang baru tidak sama dengan jembatan sebelumnya.

(Ike Chelia Putri – Mahasiswi Magang Universitas Gunadarma)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....