Modernisasi Pertanian dan Pangan Lokal Perkuat Ketahanan Pangan

  • 20 Agt 2026 16:41 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Modernisasi pertanian menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
  • Pemanfaatan pangan dan potensi lokal, termasuk budidaya tanaman pangan di masyarakat, dapat mendorong kemandirian pangan
  • Pengelolaan irigasi yang baik menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian dan ketahanan pangan daerah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Bayangkan kalau urusan pangan tidak selalu dimulai dari pasar atau supermarket. Di rumah, halaman kecil bisa menjadi tempat menanam bahan pangan. Di desa, lahan pertanian bisa dikelola dengan cara yang semakin modern. Sementara di daerah, pengelolaan irigasi menjadi bagian penting agar produksi pangan tetap berjalan.

Dari berbagai cerita itulah, semangat membangun ketahanan pangan Indonesia terus tumbuh.

Dalam program Beranda Asta Cita Nasional RRI Pro 1 Jakarta, Kamis 20 Agustus 2026, sejumlah cerita dari daerah mengangkat upaya masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan.

RRI Pekanbaru misalnya, mengangkat tema “Modernisasi Pertanian Memperkuat Ketahanan Pangan”. Modernisasi menjadi salah satu langkah penting untuk membuat sektor pertanian mampu menjawab kebutuhan pangan yang terus berkembang.

Bukan hanya soal alat dan teknologi, modernisasi pertanian juga berkaitan dengan bagaimana petani dapat bekerja lebih efektif, meningkatkan produktivitas, sekaligus menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan pangan.

Cerita lain datang dari RRI Bandung melalui tema “Langkah Mandiri Pangan Dimulai dari Rumah”.

Pesannya sederhana, tetapi dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketahanan pangan tidak selalu harus dibayangkan dalam skala besar. Dari rumah pun masyarakat dapat mengambil bagian, misalnya dengan memanfaatkan ruang yang tersedia untuk menanam kebutuhan pangan keluarga.

Sementara itu, RRI Surakarta mengangkat potensi tanaman lokal melalui tema “Wujudkan Ketahanan Pangan Melalui Budidaya Tanaman Pisang Sang Mulyo”.

Pisang menjadi salah satu contoh bagaimana potensi pangan lokal dapat dikembangkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan. Pengembangan komoditas lokal juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada di lingkungannya.

Dari Bandar Lampung, perhatian diarahkan pada salah satu unsur penting dalam pertanian, yaitu air. Melalui tema “Irigasi Terjaga, Ketahanan Pangan Semakin Berdaya”, pengelolaan irigasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan produksi pertanian.

Empat cerita dari daerah tersebut memperlihatkan satu benang merah: ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan tidak dibangun dalam satu cara saja.

Ada modernisasi pertanian, ada kemandirian pangan dari rumah, ada pemanfaatan tanaman lokal, dan ada pengelolaan irigasi yang mendukung keberlangsungan pertanian.

Bagi masyarakat, pesan yang bisa dipetik juga cukup sederhana. Ketahanan pangan bukan hanya urusan pemerintah dan petani. Masyarakat dapat berkontribusi sesuai dengan ruang dan kemampuan masing-masing.

Mulai dari memanfaatkan lahan rumah, mengenal pangan lokal, mengurangi ketergantungan terhadap satu jenis pangan, hingga mendukung produk pertanian dari daerah sendiri.

Pada akhirnya, ketahanan pangan adalah tentang memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang cukup sekaligus menjaga kemampuan daerah untuk memproduksi pangannya sendiri.

Dari rumah, dari lahan pertanian, dari desa hingga daerah, langkah-langkah kecil itu jika dilakukan bersama dapat menjadi bagian dari upaya besar mewujudkan Indonesia yang semakin mandiri dan berdaya dalam urusan pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....